KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang Prioritaskan Bantu Perdagangan Kecil

73

SELASA, 21 MARET 2017
   
PADANG — Terhitung sejak periode 1 April 2014 sampai 31 Desember 2016, Koperasi Serba Usaha (KSU) Posdaya Dewantara Ranah Minang, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) telah ikut membantu sejumlah usaha di Padang dengan jumlah anggota sebanyak 5.617 orang melalui program Tabur Puja.

Produk olahan kuliner  salah seorang anggota Posdaya.  Posdaya Dewantara membantu pedagang kecil yang sulit berkembang di Kota Padang. 

Manager KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang, Indra Putra mengatakan, 5.617 anggota itu usaha yang dijalani paling banyak yakni perdagangan kecil dengan jumlah anggota 3.838 orang.

“Kami memang memprioritaskan perdagangan kecil. Kondisi pedagang kecil yang ada di Padang sulit untuk berkembang. Perdagangan kecil itu di antaranya warung kopi, warung lontong pagi,dan warung-warung rumahan,” ujarnya, Senin (20/3/2017).

Ia menjelaskan, untuk peminjaman melalui Tabur Puja itu, masyarakat paling tinggi meminjam ke koperasi sebesar Rp2 juta. Alasan menetapkan Rp2 juta maksimal pinjaman, karena bagi pengusaha kecil sulit jika harus mengembalikan pinjaman yang tinggi.

“Kita menginginkan masyarakat tidak merasa berat saat membayar iuran perbulannya. Karena yang kita inginkan masyarakat merasa terbantu, bukan malah merasa diberatkan,” katanya.

Indra menyebutkan, selain perdagangan kecil yang banyak melakukan peminjaman dana ke KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang melalui Tabur Puja, terbanyak yang keduanya ialah usaha baru atau pemula. Untuk usaha baru itu, ada 947 orang anggota koperasinya.

“Kami memberikan nasihat atau penyuluh kepada pengusaha baru ini  untuk memanfaatkan waktu dengan cara membuat usaha. Bentuk usaha baru itu bervariasi, seperti ingin menjadi penjual pulsa, warung sarapan pagi, dan usaha lainnya,” jelasnya.

Meski belum pernah menjalani usaha, tapi memiliki rencana untuk membuka usaha, maka orang seperti itu diarahkan ke Tabur Puja. Asalkan ada rencana maka akan diwujudkan. Sementara untuk jenis usaha lainnya yang turut dibantu melalui Tabur Puja, yakni usaha kerajinan/industri kecil dan jasa, serta usaha pertanian/perikanan/perternakan.

Indra menjelaskan, berkat adanya bantuan pinjaman dana melalui Tabur Puja itu, cukup banyak masyarakat yang bisa menjalankan usahanya dengan baik. Bagi yang berencana membuka usaha, telah turut diwujudkan.

Menurutnya untuk membantu masyarakat, KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang memiliki omzet pinjaman sebesar Rp21,5 juta, dan outstanding Rp3,8 juta, dengan NPL (Non Performing Loan) sebesar 2,3 persen.

Jumlah posdaya yang ada di Kota Padang saat ini mencapai 51 posdaya yang tersebar di 10 acamatan. Hanya satu kecamatan yang belum ada posdayanya, yakni di Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Alasan belum sampai ke kecamatan itu, karena jauhnya akses untuk mencapai daerah tersebut.

“Kami benar-benar minim anggaran untuk mencapai satu kecamatan itu, karena butuh dana lebih untuk ke Bungus Teluk Kabung. Apalagi dalam monitoringnya harus dilakukan setiap harinya. Jarak tempuh ke Bungus Teluk Kabung cukup jauh,” tutupnya.

Penyerahan Pinjaman Tabur Puja.  Pemberian pinjaman dibatasi hingga Rp2 juta agar mampu untuk dikembalikan.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Muhammad Noli Hendra

Komentar