Kurangi Emisi, Kendaraan Bermotor Harus Dibatasi

0
14

SELASA, 21 MARET 2017

DEPOK —  Direktur Pengendalian Pencemaran Udara, Kementerian Lingkungan Hidup, Drs. Dasrul Chaniago, menekankan pentingnya peran Pemerintah Daerah dalam menghadapi tantangan pencemaran udara dan perlunya regulasi penjualan kendaraan bermotor, guna mengurangi emisi sebagai salah-satu sumber pencemaran udara.

Drs. Dasrul Chaniago dan Dr. Nurul Winarni dalam seminar bertema Road Transportation Emission in Indonesia.

“Dengan ditanda-tanganinya penggunaan bahan bakar Euro 4 pada beberapa waktu lalu, kendaraan keluaran tahun depan, jika menggunakan bahan bakar dengan oktan di bawah 90, tidak akan bisa berjalan. Masyarakat yang membeli kendaraan pribadi harus memiliki kemampuan keuangan yang memadai,” demikian kata Dasrul, dalam Seminar bertema ‘Road Transportation Emission in Indonesia’, di Aula Terapung Perpustakaan Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (21/3/2017).

Karenanya, Dasrul menyayangkan, bahwasannya jalan raya di Kota Depok justru diperlebar untuk kendaraan bermotor, sehingga menyebabkan ketiadaan trotoar bagi pejalan kaki yang menyebabkan rasa tidak nyaman untuk berjalan kaki. “Jika Depok ingin menjadi Green City, Pemkot Depok harus menyediakan tempat bagi pejalan kaki dan drainase yang baik. Jika, dibandingkan dengan Jakarta, atau Bogor, Depok belum memberikan tempat yang layak untuk pejalan kaki,” tegasnya.

Selain untuk mengurangi pencemaran udara, lanjut Dasrul, pembatasan kendaraan bermotor juga harus dilakukan, mengingat sumber daya minyak bumi Indonesia akan habis dalam 11 tahun mendatang, dan cadangan gas bumi Indonesia akan habis pada 2067, jika tidak ditemukan cadangan baru.

Jurnalis: Yohannes Krishna Fajar Nugroho/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Yohannes Krishna Fajar Nugroho

Komentar