Logu Senhor, Ritual Agama Warga Sikka Warisan Bangsa Portugis

0
17

MINGGU, 19 MARET 2017

MAUMERE — Prosesi atau Persisang bagi warga Desa Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, merupakan sebuah ritual agama Katolik warisan bangsa Portugis yang tetap dijalankan hingga kini. Perkenalan dengan bangsa Portugis, bermula ketika Moang Lesu bertemu dengan Worila dan dibawa ke Malaka untuk belajar agama Katolik, dan dipermandikan atau dibaptis dan diberi gelar raja.

Keranda patung TuhanYesus Tersalib (Salib Senhor) yang diusung saat prosesi Jumad Agung di Sikka, di mana umat akan melakukan Logu atau berjalan menunduk di bawahnya.

“Sejak kembali ke Desa Sikka, Moang Lesu telah berganti nama menjadi Don Alesu Alexius Ximenes da Silvva dan bergelar raja, dengan membawa regalia Kerajaan Sikka dan membawa serta seorang guru agama bernama Rosario da Gama,” ujar Gregorius Tamela Karwayu.

Sejarawan Sikka yang ditemui Cendana News di Desa Sikka yang berjarak 30 kilometer arah barat Kota Maumere, itu menjelaskan, setelah Moang Lesu memeluk agama Katolik, maka rakyatnya pun dengan sendirinya dibaptis dan memeluk agama Katolik. Sejak semua warga Desa Sikka memeluk agama Katolik, maka ritual agama termasuk menjelang hari raya Paskah pun mulai dijalankan, termasuk prosesi Jumat Agung atau Persisang. “Dalam prosesi ini dilakukan juga ritual Logu Senhor, di mana umat dan peziarah akan berjalan menunduk di bawah usungan keranda yang di dalam petinya terdapat Salib Senhor, seraya memegang lilin bernyala di tangan,” tuturnya.

Selama Persisang atau prosesi Jumat Agung tersebut berlangsung, seluruh umat termasuk para peziarah akan berjalan sejak dari gereja tua Sikka dan memutar ke arah timur Kampung Sikka, melewati jalan di sebelah utara gereja dan berbelok ke arah laut dan berjalan kembali lagi ke barah barat melewati jalan di pesisir pantai.

Salib Senhor yang diletakkan di dalam Kapela Senhor di samping gereja tua Sikka.

Sesampai di pertigaan jalan di sebelah barat kampung, rombongan prosesi yang terdiri dari umat paroki Sikka dan peziarah, akan jalan berbelok ke jalanan di sebelah selatan dan kembali menyusuri jalan ini menuju ke gereja tua Sikka di sebelah timur.

Goris mengatakan, selama perjalanan seluruh peserta prosesi memegang lilin yang menyala di tangan, dan sebelum mulai prosesi dan usai prosesi di dalam gereja, umat yang memiliki ujud khusus dan terdaftar di panitia akan melakukan ritual Logu Senhor. “Tidak semua orang melakukan ritual Logu Senhor, karena hanya orang yang memiliki ujud atau nazar saja yang melakukan ritual ini, dan biasanya mereka sudah berjanji akan menjalankan ritual ini sekali, tiga kali, tujuh kali, bahkan seumur hidup selama terjadi Persisang,” terangnya.

Dengan demikian, kata Goris, peserta Logu Senhor hanya orang-orang yang memang memiliki ujud khusus saja seperti meminta kesembuhan dari penyakit, memiliki keturunan, sukses dalam pekerjaan atau usaha dan lainnya saja yang melakukan ritual ini. Ujud ini pun hanya diketahui oleh umat tersebut dan merupakan sebuah permohonan dan keinginan yang disampaikan secara khusus kepada Tuhan dengan menjalankan ritual Logu Senhor. “Banyak yang mengakui, ujudnya terkabul sehingga selalu menyempatkan diri mengikuti ritual ini setiap tahun, meski menetap di luar Kabupaten Sikka bahkan dari luar provinsi NTT,” ungkapnya.

Gregorius Tamel Karwayu, sejarawan yang menetap di Desa Sikka.

Keliling Irimida
Prosesi Logu Senhor, diawali dari gereja tua Sikka sekitar pukul 19.00 WITA dimulai dengan berda dalam bahasa Portugis, dilanjut dengan lagu ratapan Ovos Omnes. Setelah itu, pastor akan memberkati umat dengan salib Senhor dan mulai dengan perarakan.

Sebelum perarakan, umat akan keluar gereja dan para wanita yang berkabung memakai pakaian hitam dan ditutupi atau diselubungi kaum hitam yang merupakan orang yang akan melakukan ritual Logu Senhor akan mulai melaksanakan ritual Logu Senhor pertama di dalam gereja.

Vanda da Cunha, salah seorang panitia dan Koordinator Wilayah Maumere, saat ditemui Cendana News, menjelaskan, selama prosesi itu rombongan prosesi akan menyinggahi beberapa Irimida, di mana jumlah Irimida disesuaikan dengan tema Aki Puasa setiap tahunnya. Kadang, ada  5 irimida dan bisa sampai 7 irimida dan tahun ini ada 5 irimida, di mana untuk tahun ini pun seperti sebelumnya ada juga Jalan Salib yang dikemas dalam bentuk adegan Kisah Sengsara Yesus yang dipentaskan oleh anggota Orang Muda Katolik paroki St. Ignasius Loyola, Sikka di setiap irimida. “Ada 7 adegan yang dimulai dengan Yesus Berdoa di Taman Getzemani, dan Yesus Dihadapkan ke Pilatus, yang bertempat di halaman depan gereja tua Sikka, hingga adegan ke tujuh Yesus Dimakamkan yang berlangsung di halaman barat pastoran,” terangnya.

Untuk tahun ini, ada bantuan dana dari Pemda Sikka sebesar Rp40 juta ditambah sumbangan umat asal paroki St. Ignasius Loyola serta dana sisa tahun kemarin serta jumlah peserta Logu Senhor yang semakin bertambah dan tahun kemarin sekitar 500 orang, sementara umat yang mengikuti prosesi berjumlah ribuan orang. “Setiap orang yang akan melaksanakan ritual Logu Senhor akan memberikan sumbangan uang minimal Rp10.000, tergantung kemampuan dan keiklasanan masing-masing orang,” paparnya.

Gaung prosesi akan terasa minggu ketiga hingga minggu kedua jelang prosesi di mana orang yang akan melaksanakan ritual Logu Senhor akan mulai mendaftarkan diri menjadi peserta, baik di setiap korwil maupun langsung ke panitia di Kampung Sikka.

Jurnalis: Ebed De Rosary/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Ebed De Rosary

Komentar