Membangun Indonesia, Kontribusi Pemuda Katolik Sudah Sejak Masa Kemerdekaan

51

KAMIS, 23 MARET 2017

MAUMERE — Kontribusi pemuda Katolik untuk Indonesia, sudah ada sejak awal kemerdekaan. Mereka ikut memberi warna dalam perjuangan pembangunan bangsa dengan melahirkan kader-kader yang mumpuni.

Caretaker Ketua Komda Pemuda Katolik NTT, Arnoldus Yansen da Gomez (kedua kanan) bersama jajaran pengurus Komcab Sikk..

Demikian paparan caretaker Ketua Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Provinsi NTT, Arnoldus Yansen da Gomez kepada Cendana News, Kamis (23/3/2017).  Dalam perjalanan waktu selanjutnya, eksistensi dan pergerakan organisasi Pemuda Katolik sempat mengalami masa stagnan sehingga organisasi pusat melalui komisariat daerah NTT meminta agar dibentuk kepengurusan yang baru di berbagai cabang.

Kini, Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) dan Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) pun dibuka, merupakan ajang kaderisasi dan menggerakkan lagi roda organisasi Pemuda Katolik di cabang dan daerah yang sedang mati suri.

Dikatakan Arnold, pihaknya membuka ruang bagi para pemuda Katolik untuk bergabung agar bisa bersinergi melahirkan kader Katolik yang 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia.

“Kami juga membuka ruang dan bersinergi serta membangun kerjasama dengan teman-teman muda lainnya dalam berbagai bidang seperti seni budaya dan ekonomi serta lainnya agar kaum muda bisa memberi warna dalam pembangunan negeri ini,” ungkapnya.

Benediktus Lukas Raja, caretaker Ketua Komisariat Cabang Pemuda Katolik Sikka dalam penjelasannya mengatakan, pihaknya ditunjuk Komda NTT untuk melaksanakan Muskomcab di Maumere bagi 3 kabupaten yakni Sikka, Flores Timur dan Lembata pada 25 dan 26 Maret 2017.

Kegiatan  yang akan digabung dengan pemberian materi terkait kepemimpinan baik di bidang organisasi maupun di bidang kewirausahaan ini, kata Diky, sapaannya, diharapkan bisa menjadi ajang kaderisasi dan menghidupkan lagi roda organisasi.

“Dengan kegiatan ini dapat menambah barisan Pemuda Katolik di 3 kabupaten dan setelah dibentuk kepengurusan mereka akan kembali dan mengibarkan panji organisasi di wilayahnya,” terangnya.

Ditambahkan Diky, tema kegiatan yang akan dilakukan yakni membangun idealisme pemuda Katolik sebagai pilar penyangga jati diri bangsa dan negara. Selain itu diharapkan bisa menumbuhkan semangat kebersamaan kaum muda untuk membangun bangsa dan negara.

“Kegiatan ini sebagai ajang menghidupkan roda organisasi dan menyaipkan kader-kader muda Katolik yang bisa berkiprah lebih membangun negeri ini nantinya,” pungkasnya.

Jurnalis: Ebed de Rosary / Editor: Satmoko / Foto: Ebed de Rosary

Komentar