Mengintip Posdaya Hidayah Pemenang Damandiri Award 2016

80

SABTU, 25 MARET 2017

PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Posdaya Hidayah yang terletak di Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), merupakan Posdaya yang pernah meraih penghargaan Damandiri Award 2016, berkat usaha nasabahnya yang unik, yakni batik tanah liek. Bagaimana kegiatan Posdaya Hidayah itu sehingga berhasil meraih penghargaan? Ada cerita dari Ketua Posdaya Hidayah, Ningsih.

Ketua Posdaya Hidayah Ningsih.

Dengan memiliki 69 nasabah yang bergerak di berbagai bidang usaha yang berada di Sawahan Timur, Tabur Puja Posdaya Hidayah telah turut membantu mengembangkan usaha masyarakat. Soal membayar kredit pinjaman, nasabah Tabur Puja Posdaya Hidayah termasuk orang-orang yang jujur dan hampir tidak ada yang nunggak bayar kredit.

“Awalnya, kita rangkul mereka, kita tanya apa kendala dalam menjalankan usaha. Nah, lalu kita beri solusi melalui pinjaman dana usaha Tabur Puja,” jelasnya, Sabtu (25/3/2017).

Nining, begitu panggilan akrab Ketua Posdaya Hidayah itu, mengatakan, dari 69 nasabah, sejauh ini usaha yang mereka jalankan terus mengalami pertumbuhan dengan baik, dari yang sebelumnya tidak memiliki sepeda motor, bisa memiliki sepeda motor.

Usaha nasabah Tabur Puja Posdaya Hidayah itu, mulai dari usaha menjual ikan keliling, pedagang di pasar, usaha budidaya ikan nila dan lele, usaha ternak ayam, menjahit, dan usaha lainnya.

Pengurus Posdaya Lansia bersama jajaran KSU Dewantara Ranah Minang Padang.

Menurut Nining, setiap usaha yang dijalani oleh nasabahnya terus dilakukan evaluasi dalam rapat antara Posdaya Hidayah dengan nasabah. Dalam rapat tersebut, segala permasalahan akan disampaikan oleh nasabah. Namun, pada intinya, secara keseluruhan masyarakat yang ikut dalam Tabur Puja benar-benar merasa mengalami perekonomian yang cukup bagus dibandingkan sebelum ikut Tabur Puja.

“Begitulah cara kita terus membina para anggota agar usahanya tidak mati. Sehingga keinginan kita untuk membantu masyarakat kurang mampu yang tengah membuka peluang usaha, jadi terwujud,” ungkapnya.

Selain itu, pada momentum Damandiri Award 2017 ini, Posdaya Hidayah kembali masuk dalam daftar peserta lomba dari KSU Posdaya Dewantara Ranah Minang Padang. Untuk Damandiri Award 2017 itu, Posdaya Hidayah tidak lagi menampilkan usaha batik tanah liek seperti yang dilakukan tahun lalu. Namun, untuk tahun ini, Posdaya Hidayah menampilkan usaha anggota Tabur Paju yang bergerak di bidang budidaya ikan seperti ikan nila dan lele di area bekas perkantoran PT. Kereta Api Indonesia (KAI).

“Kolam ikan yang berada di bekas area PT. KAI di Sawahan itu, memiliki sejarah tersendiri, karena tempat itu sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Setelah mendapat izin, maka kita kelola tempat itu,” ujarnya.

Kolam budidaya  ikan lele dan nila merupakan usaha yang ditampilkan dalam Damandiri Award 2017.

Ia berharap, lokasi bersejarah yang dijadikan tempat usaha itu mampu kembali mengantarkan Posdaya Hidaya meraih penghargaan Damandiri Award 2017.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

Komentar