Mie Super Pedas di Kota Malang Bikin Ketagihan

0
15

SABTU, 18 MARET 2017

MALANG — Kuliner dengan cita rasa pedas dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi tren dan telah menjamur di berbagai daerah di Indonesia. Nama-nama yang  terkesan ‘nyleneh’ juga  tidak ketinggalan di sematkan pada menu-menu makanan yang memiliki cita rasa pedas tersebut.

Mie Jogging

Di Kota Malang, ada beberapa tempat yang menawarkan kuliner pedas yang kebanyakan adalah berupa mie pedas. Salah-satunya ‘Mie Jogging’, yang menawarkan kuliner mie pedas yang siap ‘membakar’ lidah para penikmatnya. Mie Jogging hadir pertama kali di Kota Malang pada 2008, dengan menyajikan berbagai pilihan menu mie pedas dengan beberapa tingkat (level) kepedasan.

Terdapat dua versi menu yang dihadirkan oleh Mie Jogging,  yakni Original dan Mie Goyeng yang masing-masing  versi terdiri dari Mie Kirinkamu (ayam), Mie Sesuatu (ayam, hati), Mie Selalu (ayam, udang) dan Mie Banget (ayam, hati, udang) serta Mie Tomyam dan Suki Tomyam dengan kisaran harga per porsi Rp10-16.000. Mie Jogging disajikan dengan kripik pangsit berukuran besar sebagai wadah mie dan berbagai jenis taburan mulai dari ayam, hati dan udang tergantung selera pembeli.

Dede Fauzi  sebagai Manager Lapangan mengatakan, terdapat lima level kepedasan yang ditawarkan Mie Jogging, yakni level normal atau tanpa cabai, level nggreges (1-10 cabai), demam (11-20 cabai), menggigil (21-30 cabai) dan step (31-40 cabai). “Empat puluh cabai itu level maksimal dari Mie Jogging, tapi kalau pembeli ada yang minta cabainya lebih dari 40 buah, ya tetap kami layani,” ucapnya kepada Cendana News, Sabtu (18/3/2017).

Menurut Dede, selain agar terkesan unik, nama Mie Jogging  juga dipilih karena setiap kali menikmati mie ini dengan level kepedasan yang lebih tinggi, maka secara otomatis keringat kita akan mengucur seperti orang sedang  olahraga jogging. Pusat Mie Jogging mempunyai empat cabang lainnya, yaitu satu cabang di daerah Tlogomas Malang, dua cabang di Surabaya dan satu cabang lagi di Sidoarjo. “Kami di sini sangat menjaga kualitas rasa, karena menurut kami rasa sangat menentukan masa depan dari usaha ini. Jika rasa Mie Jogging tidak bisa kami jaga, maka otomatis masa depan usaha ini juga akan suram,” terangnya.

Mie Tomcat

Lebih lanjut, laki-laki yang akrab disapa Ojik ini mengaku, harga cabai yang kini tengah meroket tidak terlalu berpengaruh pada Mie Jogging, karena itu sudah menjadi resiko ketika bergerak di bidang kuliner. “Owner Mie Jogging yakni Bambang Tri Yulianto berpesan kepada kami, agar kenaikan harga cabai jangan sampai berpengaruh terhadap Mie Jogging, terutama pada kualitas rasa. Jadi, meski harga cabai naik, tidak menaikkan harga Mie Jogging dan tidak mengurangi jumlah cabai pada setiap level kepedasan,” ungkapnya.

Saat ini, meski target konsumen adalah semua kalangan masyarakat, tapi kenyataannya kebanyakan sekitar 60 persen konsumen Mie Jogging merupakan mahasiswa.

Sementara itu, sama halnya dengan Mie Joggi, Mie Tomcat yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Kota Malang, juga menawarkan berbagai menu pilihan mie pedas. Meski namanya cukup menyeramkan, bukan berarti di dalam mie ini terdapat binatang Tomcat (sejenis hama –red) yang cukup populer beberapa tahun yang lalu. Uniknya, penamaan level kepedasan di Mie Tomcat justru menggunakan tinggkat pendidikan mulai dari PAUD hingga Rektor yang pastinya akan menggetarkan lidah setiap penikmatnya.

Dede Fauzi

“Kami di sini menyediakan level PAUD tanpa cabai, playgroup 1 cabai, TK 3 cabai, SD 5 cabai dan seterusnya,” jelas Ulum, salah-satu pegawai Mie Tomcat, sembari menambahkan, bagi yang tidak suka pedas bisa memilih level PAUD atau TK, sedangkan mereka yang doyan pedas bisa memilih level  Sarjana hingga Rektor.

Penamaan menu-menu di Mie Tomcat juga tergolong nyeleneh. Mulai dari Mieapah, Mie Topless hingga Miyabi juga turut disematkan pada menu-menu mie pedas dengan kisaran harga Rp10-12.000 per porsi. Mie Tomcat disajikan bersama dengan acar timun, keripik pangsit, siomay dan daun selada serta taburan bawang goreng dan suwiran daging ayam.

Tekstur mienya yang lembut dan dibarengi dengan rasa pedasnya yang membakar seakan membuat lidah ini tidak dapat berhenti untuk terus mengunyah. Penikmat mie Tomcat kebanyakan adalah kalangan anak muda, khususnya mahasiswa.

Halimah, salah satu pelanggan Mie Tomcat mengaku sudah beberapa kali datang ke tempat tersebut.  Pertama kali ia datang ke Mie Tomcat, Halimah hanya mencoba level SD. Namun kedatangan berikutnya ia naikkan ke level SMP, kemudian SMA dan sekarang level Sarjana. “Setiap kali datang ke sini rasanya tertantang untuk bisa naik level terus, apalagi kalau dengan teman-teman. Seperti gengsi kalau hanya di level yang rendah,” akunya, sembari mengimbuhkan, selain rasa mienya yang pedas dan nikmat, rasa siomay yang disajikan bersama mienya juga tidak kalah lezat, ujarnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Agus Nurchaliq

Komentar