Miryam S Haryani Mengaku Tertekan Saat Diperiksa Penyidik KPK

82

KAMIS, 30 MARET 2017

JAKARTA — Persidangan lanjutan putaran keempat kasus perkara “penyelewengan anggaran” dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional kembali digelar di Jakarta. Persidangan kali ini  menurut rencana dijadwalkan menghadirkan 7 orang saksi dan 2 orang terdakwa.

Miryam S. Haryani (berkacamata), mantan Anggota Komisi II DPR RI.

Salah satu saksi dari 7 saksi yang dihadirkan dalam persidangan kali adalah Miryam S. Haryani, mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Miryam S. Haryani dalam persidangan sebelumnya sempat bersaksi dalam persidangan di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam kesaksiannya di persidangan, Miryam S. Haryani kembali mengatakan kepada John Halasan Butar-Butar sebagai Ketua Majelis Hakim bahwa dirinya merasa tertekan . Demikian pengakuan Miryam S. Haryani kepada Ketua Majelis Hakim selama dirinya menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Gedung KPK Jakarta.

“Sekali lagi saya jelaskan dihadapan Yang Mulia Ketua Majelis Hakim. Saya merasa sangat tertekan saat diperiksa penyidik KPK, makanya saya memutuskan untuk mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” kata Miryam S. Haryani di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Sementara itu Novel Baswedan, salah seorang penyidik KPK yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta membantah bahwa penyidik KPK menggunakan segala cara saat melakukan pemeriksaan terhadap para saksi atau tersangka di Gedung KPK Jakarta.

“Penyidik KPK profesional dalam melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun tersangka. Kami tidak pernah menggunakan metode-metode atau cara-cara yang tidak sepantasnya saat melakukan pemeriksaan dan meminta terhadap saksi maupun tersangka di Gedung KPK Jakarta,” jelas Novel Baswedan di hadapan Majelis Hakim.

Novel Baswedan.

Jurnalis: Eko Sulestyono/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Eko Sulestyono

Komentar