Pakan organik Masih Jadi Pilihan Pembudidaya Ikan Air Tawar Di Lampung Selatan

140

JUMAT, 17 MARET 2017
LAMPUNG — Para petani di wilayah Kecamatan Palas, Kecamatan Penengahan memiliki sumber air cukup memadai. Anugerah itu digunakan sebagian petani menggunakan lahan untuk membudidayakan ikan air tawar.

Penggunaan pelet dari campuran bekatul dan ikan asin jadi sumber pakan alami.

Salah satu keluarga pembudidaya ikan air tawar yang ada di Desa Klaten Kecamatan Penengahan  adalah pasangan suami-istri Purwanto (33) dan Suwarni (30). Mereka membudidayakan ikan gurame dan ikan lele  di kolam kecil di belakang rumah dan sebagian di kolam besar di dekat sawahnya.

Selain digunakan untuk konsumsi sendiri, sebagian ikan dijual ke sejumlah warung makan penyedia kuliner ikan air tawar khususnya warung pecel lele. ISuwarni mengungkapkan khusus untuk budidaya ikan gurame, ia menerapkan sistem pakan organik tanpa menggunakan pakan yang dijual di pasaran. Pakan organik bisa diperoleh dari bahan bahan alami di sekitar rumah.

Suwarni mengaku budidaya ikan gurame organik ini semakin diminati para pedagang makanan olahan begitupun dengan ikan lele. Ia bahkan menyebut budidaya ikan lele menggunakan pakan jenis konsentrat atau pakan pabrikan diakuinya memiliki karakter rasa yang berbeda dibandingkan dengan diberi pakan alami.

Pemberian pakan berupa pelet yang diperoleh dari toko pakan ikan diakui oleh Suwarni diberikan pada saat ikan masih dalam masa umur 2-3 bulan. Selanjutnya diberikan pakan organi hingga ikan yang dibudidayakan siap dipanen.

“Selain lebih menghemat bahan bahan alami yang digunakan untuk pakan bisa diperoleh dari pekarangan di antaranya daun pepaya, daun talas, daun singkong, kangkung dan sawi serta jenis tanaman lain yang disukai ikan air tawar,” terang Suwarni saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (17/3/2017).

Daun lompong atau daun talas digunakan untuk pakan alami ikan gurame.

Selain itu ia mengaku penggunaan sekam dari limbah penggilingan padi kerap dimanfaatkannya dengan mencampurkan bahan lain berupa pupuk kandang. Pupuk kandang dan sekam yang dimasukkan dalam karung selanjutnya dimasukkan di dasar kolam dengan diberi beban batu dengan lubang kecil kecil yang berguna menghasilkan plankton plankton kecil sebagai sumber pakan ikan.

Memiliki suami yang hobi memelihara ikan sekaligus bisnis membuat keluarganya bisa mendapatkan hasil maksimal dari memelihara ikan air tawar di dekat areal sawah yang dimilikinya.

Khusus untuk ikan lele ia mengungkapkan saat ini harga perkilogram ikan lele mencapai Rp14.000-15.000 per kilogram dengan isi untuk dijual sebagai pecel lele sebanyak 10 ekor. Sementara untuk ikan Gurame yang banyak disajikan di rumah makan besar bisa seharga Rp30.000-40.000 per kilogram.

Pembudidaya ikan air tawar lain yang menggunakan sumber pakan organik di Kecamatan Palas adalah Sukirman (30) yang membudidayakan ikan lele jenis ikan lele Pyton. Ikan lele memiliki ketahanan terhadap kondisi cuaca tersebut diakui oleh Sukirman merupakan budidaya ikan air tawar yang ditekuninya selain membudidayakan ikan gurame.

Selain masa panen yang lebih cepat dibandingkan ikan jenis lain, pembudidayaan ikan lele pyton diakuinya bisa cepat dipanen dalam kurun waktu lima bulan. Penggunaan pakan organik diakuinya diperoleh dengan cara membeli ikan asin sampah atau dikenal dengan ikan asin “BS” yang selanjutnya dicampur dengan dedak atau bekatul serta dicampur dengan cacahan daun ubi jalar, daun talas serta campuran bahan organik lain.

“Biaya yang murah namun hasilnya maksimal sekaligus daging ikan yang rasanya lebih renyah membuat saya memilih menggunakan sumber pakan alami atau pakan organik,” terang Sukirman.

Pakan organik yang diperoleh dengan cara mencampurkan bahan bahan yang diperoleh dari sekeliling rumahnya dan terkadang membeli ikan asin dari nelayan tersebut diakuinya mampu meningkatkan produkivitas budidaya ikan lele yang ditekuninya.

Ia mengaku sebagian petani yang tidak memiliki lahan cukup bahkan mulai membuat kolam dari terpal untuk dipergunakan sebagai bahan kolam pembudidayaan ikan lele. Dari budidaya ikan lele tersebut dengan kapasitas tebar sekitar 4.000 ekor dan untuk lahan seluas 1.000 meter yang dibagi ke dalam petak petak ia mengaku tingkat keberhasilannya mencapai 90 persen.

Bermodalkan sekitar Rp600.000 ia mengaku saat masa panen ikan lele organik yang dibudidayakannya dikurangi biaya operasional saat pemanenan, biaya untuk pemeliharaan termasuk pakan dirinya masih bisa mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp1,5juta.

Lelaki yang menyukai budidaya ikan air tawar ini bahkan mengaku tengah mengembangkan usaha pemijahan ikan gurame dengan menjual bibit ikan gurame yang dari indukan pilihan.  Sukirman mengajak petani pemilik lahan luas untuk bisa ikut melakukan budidaya ikan gurame serta ikan lele.

“Sekarang ini banyak minat konsumen terhadap ikan organik karena ikan yang dibudidayakan secara sembarangan mulai tidak disukai konsumen apalagi ikan yang dikasih makan dari limbah rumah tangga atau dari tinja,” ungkapnya.

Ia juga mengaku banyak belajar dari pembudidaya ikan lain dalam penggunaan pakan organik agar hasil produktivitas ikan budidaya yang dihasilkannya maksimal. Usaha di bidang budidaya ikan organik mulai dilirik sebagian petani sebab kolam yang digunakan tidak kotor, berbau dan bisa dijadikan lokasi untuk wisata keluarga.

Lahan kolam didekat sawah untuk budidaya ikan.

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto:Henk Widi

Komentar