Panen Raya Malah Petani Merana

0
21

RABU, 22 MARET 2017

PONOROGO — Memasuki musim panen raya, sebagian petani padi malah mengaku kecewa dengan hasil panen dan harga jual gabah saat ini yang turun drastis.

Petani saat akan menjual hasil panen padi.

Bagaimana tidak, hasil panen yang biasanya bisa mencapai 10 kuintal, kini hanya bisa mencapai 4 kuintal saja. Hal ini dikarenakan serangan hama wereng yang menyerang hampir seluruh lahan persawahan padi yang ada di Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Selain itu, harga jual gabah yang biasanya mencapai angka Rp4500 kini hanya dihargai Rp3300 per kilogram oleh pengepul.

Salah satu petani, Sri Widodo (57), saat ditemui menjelaskan, ia kecewa dengan hasil panen padinya kali ini. Penurunan hasil produksi sekaligus harga jual yang rendah, membuatnya mengalami kerugian sekitar 60%. Padi yang ia tanam, jenis padi IR 64.

“Sebenarnya, waktu tanam kemarin itu kan waktunya jagung, berhubung hujan terus menerus, akhirnya saya ganti padi. Petani yang lain juga seperti itu, tidak tahunya malah terjadi ledakan hama wereng coklat. Jadi hampir semua lahan padi mengalami puso,” jelasnya kepada Cendana News di lokasi, Rabu (22/3/2017).

Penyebab kerugian lain, lanjut Widodo, selain karena lahannya diserang wereng, ia juga sudah menghabiskan banyak insektisida untuk menanggulangi hama wereng. Namun, usahanya sia-sia saja.

“Harga insektisida kan mahal ditambah harus rutin saat menyemprot, ini yang bisa menambah kerugian,” tuturnya.

Tidak hanya itu, tatkala ia mengetahui harga gabahnya hanya mencapai Rp3300, Widodo tidak mampu berbuat banyak, ia hanya bisa pasrah. Musim panen kali ini, menurut Widodo, benar-benar hancur.

Salah satu ibu rumah tangga, Surati (50) justru mengaku sebaliknya. Ia merasa bersyukur, sebab beras jenis IR 64 saja di pasar kini harganya hanya Rp7800 per kilogram. Padahal, biasanya harga beras jenis ini, selalu di atas Rp9000 per kilogram.

Padi yang dijemur petani di halaman rumah.

“Mungkin karena panen raya, jadi harga beras bisa turun, ya bersyukur dengan turunnya harga beras,” pungkasnya.

Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Satmoko / Foto: Charolin Pebrianti

Komentar