Pangdam II Sriwijaya Jajaki Potensi Pulau Kandang Balak di Bakauheni

98

SABTU, 25 MARET 2017

LAMPUNG — Jajaki potensi pulau-pulau terluar yang ada di wilayah teritorial Komando Daerah Militer II Sriwijaya, Panglima Kodam II Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Sudirman, S.H., M.M., bersama jajaran meninjau Pulau Kandang Besar yang berada sekitar 1 mil dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (25/3/2017).

Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Sudirman ,S.H.,M.M (baju putih) dan Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra 

Dalam kunjungan kerja tersebut, Mayor Jenderal TNI Sudirman, S.H.,M.M
memaparkan pihaknya mempunyai  program swasembada pangan dan swasembada daging. Dalam pelaksanaan program tersebut,  pihaknya melakukan berbagai terobosan, di antaranya melakukan tinjauan ke beberapa pulau terluar yang ada di Lampung Selatan, yang dilihat memiliki peluang untuk pengembangan ternak dan pertanian.

Ia menyebut, kabupaten di ujung Pulau Sumatera merupakan kabupaten yang memiliki beberapa pulau besar, di antaranya Pulau Sebesi, Sebuku, Kandang Balak, Kandang Lunik, Rimau Balak dan beberapa pulau lain. Khusus dalam kunjungan tersebut, ia mengungkapkan potensi di Pulau Kandang Balak masih dijajaki dan belum ada keputusan terkait rencana penggunaan Pulau Kandang Balak sebagai tempat program pengembangan ternak sapi. “Sebelumnya, sudah dilakukan tinjauan oleh Kodim yang salah satunya dilakukan untuk melihat potensi pengembangan lahan peternakan yang bisa menyokong perekonomian Lampung Selatan, dan merupakan upaya khusus pengembangan pertanian dan peternakan,“ ungkap Sudirman, usai kunjungan ke Pulau Kandang Balak di Bakauheni.

Menurut Sudirman, dengan letak yang tak jauh dari Pulau Sumatera, pulau-pulau itu memiliki sumber daya alam yang cocok. Beberapa pulau tersebut dipastikan memiliki potensi yang tinggi untuk pengembangan ternak sapi.

Kunjungan atau tinjauan tersebut, merupakan implementasi dari adanya program kerjasama antara Mabes TNI dengan Kementerian Pertanian, untuk mencari lokasi yang tepat untuk pengembangan peternakan sapi yang merupakan bagian dari penyokong sektor pertanian. “Tentunya berdasarakan beberapa pertimbangan, karena peternakan sapi memerlukan persiapan yang matang, terutama berkaitan dengan ketersediaan lokasi, sumber pakan serta hal-hal penting lainnya dan satu pulau, yakni Kandang Balak, sangat cocok untuk pengembangan peternakan sapi,” ungkapnya.

Berdasarkan data awal, di Pulau Kandang Balak saat ini dimiliki oleh sebanyak 14 orang yang berada di Desa Bakauheni, Desa Sumur, Bandarlampung dan di Jakarta, meski pemilik tidak tinggal di pulau tersebut dan hanya dihuni para penggarap.

Sebelumnya, Dandim 0421 Lampung Seletan, Letkol Arm.Untoro Hariyanto, mengatakan, berdasarkan beberapa pertimbangan, sejumlah  pulau yang telah ditinjau dan diperkirakan tidak cocok untuk pengembangan ternak sapi, yakni Pulau Sebuku dan Dua Balak. Kontur batu cadas yang curam serta ketersediaan sumber air tawar terutama saat musim kemarau yang tak memadai membuat dua pulau dikesampingkan untuk menjadi tempat pengembangan ternak sapi.

Selain itu, khusus Pulau Dua Balak menjadi pulau yang dipenuhi vegetasi hutan mangrove, sehingga digunakan untuk observasi. Ia mengungkapkan pada tahap awal Kodim 0421 Lampung Selatan melakukan pendataan dengan cara survei wilayah geografis, landscape, status kepemilikan tanah tersebut.

Tinjauan itu menurut mantan Komandan Batalyon Armed Martapura Sumatera Selatan itu, selanjutnya akan menjadi bahan laporan ke Mabes TNI dan Kementerian Pertanian. Terkait realisasi dengan adanya potensi tersebut masih memerlukan pertimbangan dan kajian.

Di tempat yang sama, Camat Kecamatan Bakauheni, Zaidan SE., saat ditemui usai peninjauan, mengatakan, beberapa pulau yang ada di Bakauheni merupakan pulau yang potensial. Meski telah dilakukan peninjauan belum ada kepastian untuk penggunaan sebagai lokasi pengembangan ternak sapi. “Arah ke situ belum ada kepastian yang jelas. Hari ini masih dilakukan peninjauan bersama jajaran Pangdam, Kodim dan Koramil. Nanti kalau ada kepastian akan saya beri keterangan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dalam kunjungan itu, Panglima Kodam II Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Sudirman, S.H., M.M., berangkat melalui Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) bersama jajaran Kodim 0421/Lampung Selatan, di antaranya Letnan Kolonel Arm Untoro Hariyanto S.IP, Kapolres Lampung Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Adi Ferdian Saputra, Danramil 03/Penengahan, Kapten Infanteri Sukandi, menggunakan kapal milik Polair, tug boat, kapal coast guard milik KPLP Bakauheni dan beberapa kapal kecil lainnya.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar