Pangkas Kemubaziran Pembelajaran, Thoha Luncurkan Matematika Detik

57

JUMAT, 17 MARET 2017

SLAWI — Penulis monumental ‘Titik Ba’, Ahmad Thoha Faz meluncurkan sebuah metode baru dalam pembelajaran matematika. Motode yang diberi nama Matematika Detik (The Second Mathematics) muncul setelah mengamati proses belajar mengajar selama satu dasawarsa.

Ahmad Thoha Faz [kiri] menyerahkan buku pada guru salah satu sekolah di Tegal

Di dalam buku seri pertama dari empat seri, ia membongkar tentang kemubaziran, kekacauan dan kerancuan proses pembelajaran dengan beragam contoh nyata. Semua konsep dasar MD berpijak pada dua dalil sederhana. pertama, berpikir cepat mendahului berpikir lambat. kedua, pembelajaran adalah proses penemuan.

“Sederhananya, matematika detik (MD) adalah operasionalisasi gagasan bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan,” sebutnya kepada Cendana News di Tegal, Jumat (17/3/2017).

Menurut penilaiannya, matematika detik (MD) adalah bagaimana matematika sebagai sarana efektif membudayakan inovasi.

“Semua solusi MD dirumuskan berdasarkan dengan pengamatan cermat dan sudut pandang yang tidak biasa terhadap pengalaman belajar-mengajar selama satu dasawarsa terakhir (2006-2016),” jelasnya.

Disebutkan juga, untuk mendapatkan hasil maksimal, ia telah melewati proses yang sangat panjang dengan masa penelitian selama sepuluh tahun. Pada buku seri ke-1 berisi “inspirasi, fondasi dan garis besar” adalah untuk orangtua.

“Sebelum anak tercerahkan, orangtua harus tercerahkan,” katanya.

Jurnalis : Adi Purwanto / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Adi Purwanto

Komentar