PAUD Dacclia Posdaya Ngijo, Terbaik di Srimulyo

52

SABTU, 25 MARET 2017

BANTUL — Satuan PAUD Sejenis (SPS) Dacclia yang memiliki kepanjangan Jadi Anak Cerdas Luhur Budi Agamis, merupakan salah satu program unggulan pemberdayaan Posdaya Ngijo, Dusun Ngijo, Srimulyo, Piyungan, Bantul, dalam bidang pendidikan. 

Kegiatan PAUD Dacclia Posdaya Ngijo

Bermula dari sekedar kegiatan pemulihan kondisi psikologis anak-anak pasca terjadinya gempa, kegiatan ini menjadi sebuah kegiatan pembelajaran rutin bagi warga. Di awal masa rintisan pendiriannya, PAUD ini masih menempati teras salah satu rumah warga. Pengajarnya berasal dari para kader kegiatan program dusun secara sukarela. “Setelah adanya program pendirian PAUD di tiap dusun se-Kabupaten Bantul pada sekitar 2008, PAUD ini mulai ditata. Jika sebelumnya PAUD menempati teras rumah warga, lalu kita pindah menempati satu bangunan sendiri. Yakni dengan memanfaatkan rumah salah salah seorang warga yang dihibahkan,” ujar Kepala PAUD Dacclia, Sudiyati (67).

Untuk mengisi kebutuhan pengajar, Sudiyati yang merupakan pensiunan guru TK ini, sejak 2008 melatih sejumlah kader PKK dan Posyandu di dusunnya untuk menjadi guru pengajar PAUD. Ada sebanyak 5 guru yang dilatih. Terdiri dari 3 kader dengan pendidikan sarjana dan 2 lainnya lulusan SLTA. Sejumlah pelatihan mulai dari workshop hingga diklat diikuti untuk meningkatkan kualitas sebagai pendidik PAUD.

Sejak Posdaya Ngijo didirikan pada 2009, perkembangan PAUD di dusun ini bertambah pesat. Banyaknya kegiatan yang diselenggarakan Posdaya mengalirkan sejumlah bantuan dari berbagai pihak, mulai dari Pemerintah, lembaga swada masyarakat, hingga perguruan tinggi. PAUD Dacclia di Dusun Ngijo pun mulai memiliki sejumlah peralatan penunjang seperti aneka permainan, alat peraga pendidikan, dan sebagainya.

“Jika awalnya sekitar 2 tahun  guru tidak dibayar sama sekali, maka sejak 2010 guru mulai mendapat honor Rp30.000 setiap bulan. Honor itu dari hasil infaq para murid sebesar Rp2.000 sekali datang. Pada 2011, kita juga mendapatkan bantuan dana BOP dari pusat untuk operasional. Juga pada 2015 dan 2016. Guru juga mulai mendapatkan intensif dari Pemerintah,” katanya.

Semakin majunya PAUD Dacclia, membuat proses pembelajaran bertambah. Dari semula yang hanya satu kali seminggu pada sore hari, menjadi 4 kali seminggu pada pagi hari. Jumlah murid sendiri juga meningkat, berkisar antara 40-an anak. Mereka tak hanya berasal dari Dusun Ngijo saja, namun ada pula yang berasal dari dusun lain di sekitarnya.

Sudiyati

“Dulu anak tidak kita pungut biaya atau gratis. Namun seiring banyaknya pembelajaran mulai kita tarik infaq Rp2.000, lalu naik Rp5.000. Dan, sekarang Rp20.000 per bulannya. Untuk menjalankan operasional, kita juga mendapat dana bantuan subsidi dari warga masyarakat dusun sebesar Rp230.00 tiap bulan. Untuk tambahan gizi anak, kita juga mendapat bantuan dari Pemerintah berupa makanan tambahan setiap minggunya,” bebernya.

Sudiyati menuturkan, sejak adanya Posdaya Ngijo, PAUD Dacclia semakin bergairah karena selalu dilibatkan dalam berbagai kegiatan. Termasuk juga setiap ada kunjungan dari berbagai daerah. Seluruh anak atau siswa akan diberikan kesempatan untuk menampilkan kebolehan masing-masing, seperti menari, menyanyi, dan sebagainya. Dari sekitar 22 PAUD di desa atau Kelurahan Srimulyo, PAUD Dacclia merupakan salah satu PAUD terbaik dan menjadi barometernya.  “Yang jelas sejak adanya Posdaya, selain sering mendapat bantuan dan pendampingan, kita para pengajar dan pengelola menjadi lebih bersemangat dan semakin termotivasi untuk memberikan dan menampilkan yang terbaik,” ujarnya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar