Pemerintah Indonesia Berhasil Perbaiki Peringkat Kemudahan Berusaha

60

SELASA, 21 MARET 2017

JAKARTA — Pemerintah Indonesia hingga saat ini terus berupaya memperbaiki peringkat atau ranking terkait dengan kemudahan berusaha. Berbagai macam cara dan langkah strategis diambil agar Indonesia dikenal dunia internasional sebagai salah satu negara yang bisa memberikan kemudahan berusaha atau berinvestasi.

Menko Perekonomian, Darmin Nasution.

Peringkat kemudahan berusaha atau yang biasa disebut dengan istilah Ease of Doing Business (EoDB) tersebut selalu dijaga Pemerintah Indonesia agar tetap stabil atau bahkan kalau bisa perlahan tapi pasti cenderung merangkak naik. Maka dengan demikian Indonesia siap bersaing dengan negara-negara lainnya di level dunia internasional.

Menurut Bank Dunia atau World Bank, peringkat Indonesia dalam EoDB sebelumnya sempat berada di nomor 109 dunia, kemudian dikoreksi mengalami perbaikan atau naik menjadi peringkat 106 dunia pada tahun 2016 kemudian naik lagi menjadi nomor 91 dunia pada tahun 2017.

Demikian pernyataan resmi yang disampaikan Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) kepada wartawan pada saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) terkait dengan pembahasan EoDB di Jakarta, Selasa (21/3/2017).

“Melihat perkembangan yang ada, itu berarti kita semua sudah bekerja keras untuk memperbaiki peringkat kemudahan berusaha (EoDB). Jika melihat tahun lalu lebih banyak menyangkut Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Pemerintah (Permen), maka untuk tahun ini kita akan lebih fokus ke masalah teknis,” jelas Darmin Nasution kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Menko Perekonomian Darmin Nasution juga menjelaskan, bahwa sejak bulan Desember 2016, Pemerintah Indonesia sebenarnya telah mengambil langkah-langkah konkret terutama berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Darmin Nasution juga menambahkan, selain itu komunikasi antarkementerian atau antarlembaga negara lainnya terus diintensifkan. Pemerintah Indonesia ke depan akan lebih berkonsentrasi untuk memperbaiki beberapa sektor yang masih berada di peringkat atau ranking d iatas 100.

Berdasarkan 10 indikator peringkat penilaian EoDB, ternyata masih ada 6 sektor yang masih di atas ranking 100. Masing-masing adalah starting a business (151), dealing with contructions permits (116), registering property (118), paying taxes (104), trading acces borders (108) dan enforcing contract (166).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Komentar