Pemuda Ini Lirik Bisnis Air Tawar di Wilayah Pesisir Timur Lampung

0
16

KAMIS, 23 MARET 2017

LAMPUNG — Wilayah Kecamatan Ketapang,Kecamatan Sragi yang berhadapan dengan wilayah pantai Timur Lampung dengan kondisi wilayah dekat dengan laut sehingga sebagian warga memiliki fasilitas sumur bor, sumur air dalam dengan rasa air payau. 

Nur Khomaedi di gerai air bersih isi ulangnya.

Menurut Nur Khomaedi(23), salah seorang warga, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak puluhan tahun memanfaatkan air payau untuk kebutuhan memasak,mencuci dan minum. Berangkat dari kebutuhan akan air tawar yang tinggi Nur Khomaedi melihat peluang bisnis jual beli air tawar bersih dengan sistem isi ulang.

Sebagian besar konsumennya merupakan masyarakat pesisir pantai yang tinggal di sekitar areal pertambakan dan pantai khususnya masyarakat nelayan yang selama ini membutuhkan air bersih untuk kebutuhan minum. Pria yang akrab dipanggil Mbek sudah mulai menekuni usaha tersebut bersama sang ayah dan saudaranya sejak 2008 dan bertahan hingga saat ini. Dia merupakan perintis usaha jual air bersih galonan ini di wilayah Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan.

“Baru beberapa tahun kemudian beberapa pemilik modal mulai mendirikan usaha serupa karena melihat potensi dan peluang bisnis yang menjanjikan dari usaha menjual air bersih. Namun hingga kini kami tetap eksis dan sudah dikenal luas”terang Nur Khomaedi saat ditemui Cendana News di tempat air isi ulang galon tirta di Jalan Lintas Timur KM 40 Desa Pematang Pasir,Kamis (23/3/2017)

Nur mendapatkan air tawar bersih dari sebuah penyuplai air yang ada di kaki Gunung Rajabasa. Setiap dua atau tiga hari sebuah kendaraan tangki berisi air bersih dikirim oleh petugas penyuplai air dengan kapasitas 5000 liter dan selanjutnya ditampung di bak khusus.

Air bersih yang telah ditampung akan menjalani proses sterilisasi menggunakan alat khusus sehingga saat didistribusikan benar benar air berkualitas dan bisa langsung dikonsumsi tanpa dimasak terlebih dahulu. Air sebanyak 5000 liter dapat mengisi sebanyak 250 galon yang selanjutnya dijual ke masyarakat dengan sistem langganan dan ada yang dititipkan di sejumlah toko.

Ia bahkan mengungkapkan dominan konsumen air bersih miliknya ialah para nelayan yang ada di wilayah pesisir Ketapang yang akan melaut karena kebutuhan air bersih selama melaut sangat besar. Dengan harga isi ulang air galon sekitar Rp4.000 dengan sistem membawa galon ke depot isi ulang dan harga sekitar Rp5.000 jika diantar ke konsumen, Nur Khomaedi mengaku dalam sebulan omzet bisnis air bersih di kawasan pesisir mencapai Rp9-10 juta per bulan.

Ia juga mengaku bisnis tersebut sangat menjanjikan saat musim panen di wilayah Kecamatan Sragi yang banyak memiliki lahan sawah, musim panen tambak dan saat musim kemarau sekitar Juli dan Agustus. Kondisi yang mengakibatkan permintaan meningkat tersebut ditunjukkan dengan dua hari biasanya menghabiskan air bersih sekitar 7000 liter bahkan bisa lebih.

Hingga saat ini pengiriman terjauh air bersih miliknya menjangkau hingga perbatasan Lampung Timur, terutama di wilayah yang sulit mengakses air bersih karena berada di dekat Sungai Way Sekampung.

Anwar (23) salah satu warga Desa Pematangpasir mengungkapkan kondisi air di wilayah pesisir saat ini masih bisa dipenuhi dengan air sumur meski airnya masih berupa air payau untuk kebutuhan air untuk mandi dan mencuci. Namun untuk kebutuhan minumdan memasak dibutuhkan air bersih isi ulang.

“Daripada membeli air bersih bermerek saya membeli isi ulang yang harganya lebih murah tapi kualitasnya sama,” ungkap Nur Khomaedi.

Sementara itu Nur Khomaedi mengaku tidak hanya bisnis semata. Pada waktu bencana ia menyisihkan sebagian usahanya untuk kegiatan sosial.  Beberapa waktu lalu  ia memberikan bantuan pada korban banjir. Dia pernah menyumbang 500 galon air bersih untuk korban banjir di Dusun Umbul

Jurnalis: Henk Widi/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

Komentar