Pesona Pantai Tanjung Lesung

46

SABTU, 25 MARET 2017
 
BANTEN — Angin laut menyapa tubuh saya ketika di hamparan pantai Tanjung Lesung  medio Maret yang lalu. Sejuk dan nyaman merasuk dalam setiap pori-pori. Sayub terdengar suara deburan ombak menabuh pantai.  Sayang saya tiba malam hari, sehingga mata saya tidak langsung melihat pantai yang kabarnya bagus.  Sebagian kawan-kawan saya dari rombongan guru dari Tangerang Selatan sudah tiba lebih dahulu.

Salah satu spot Tanjung Lesung.

Begitu matahari terbit maka pantai dengan pasir putih yang tersaji  dipaduakan dengan pepohonan tealami  di tepi pantai. Anda bisa menikmati pantai untuk merefresh pikiran. Pantai itu serupa dengan pantai di Bali dan beberapa luar negeri.  Panjang pantainya mencapai 15 km.  Kalau Anda berdiri di  bibirnya pada beberapa spot, maka Anda akan berhadapan dengan Anak Gunung Krakatau yang begitu melegenda.

Nama Tanjung Lesung ini  diambil dari daratan pantai yang menjorok ke laut yang menyerupai ujung lesung.  Dalam kebudayaan Sunda, lesung sendiri adalah alat tradisional untuk menumbuk padi. Cerita tutur setempat menyebutkan nama legenda Raden Gondang Lesung terkait dengan nama pantai ini. 

Pantas saja seorang rekan saya, Raden Novi Hamzah (22 tahun ) begitu  memuji Pantai Tanjung keelokan pantai dengan air laut yang masih bersih dan air yang berwarna hijau kebiru-biruan. Mahasiswa Manajemen Keuangan, Universitas Serang ini  langsung jatuh hati pada  hamparan karang-karang bisa terlihat dengan jelas dari permukaan air. 

“Pantai Tanjung Lesung memiliki pasir yang putih dan sangat lembut,” ungkapnya. .

Menurut Raden pantai ini  memberikan suasana tenang dan romantis, bisa berjalan bersama pasangan menyusuri garis pantai ditemani dengan semilir angin dan deburan ombak.

“Ditambah sekarang Pantai Tanjung Lesung memiliki spot foto yang instagram banget, yang tidak kalah dengan pantai-pantai yang ada di Lombok. Hanya dengan harga tiket masuk Rp40.000 pada waktu weekend dan Rp25.000 di weekdays,” ujar Raden.

Terdapat beberapa penginapan di Tanjung Lesung dengan harga yang beragam, mulai dari homestay hingga kelas villa.  Dengan menginap dua malam tiga hari Anda bisa menikmati bukan saja panorama pantai, tetapi juga menyewa perahu berkeliling pantai, bahkan bisa ke Gunung Anak Krakatau, singgah di Pasar Iklan Labuhan.  Kalau Anda beruntung bisa naik kapal nelayan subuh hari hingga matahari terbit melihat camar menyambar ikan.  

Bagi Anda yang berasal dari Jakarta, Anda dapat mencapai Pantai Tanjung Lesung dengan mengambil rute tol Tangerang – Merak. Kemudian keluar melalui pintu gerbang tol Serang Timur. Setelah melalui Kota Serang, lanjutkan perjalanan ke arah Kota Pandeglang dan Labuan hingga tiba di Pantai Tanjung Lesung.

Opsi rute kedua bagi Anda yang berasal dari Jakarta dapat mengambil jalur tol Jakarta–Merak, tetapi ambil jalan keluar melalui tol Cilegon. Kemudian lanjutkan perjalanan Anda melalui pesisir Anyer sampai ke arah Labuan. Kemudian perjalanan Anda akan berakhir di Tanjung Lesung.

Disarankan bagi Anda untuk membawa kendaraan pribadi jika berkunjung ke pantai ini agar memiliki waktu yang lebih leluasa. Namun bagi Anda yang ingin menggunakan transportasi umum dapat menggunakan bus dengan tujuan Terminal Labuan. Setibanya di Terminal Labuan Anda bisa menggunakan ojek untuk menuju Pantai Tanjung Lesung.

Raden Novi Hamzah sedang bersantai menikmati angin laut menerapa.

 
Jurnalis: Lya Septiarini/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Lya Septiarini 

Komentar