PHRI Papua Gandeng Pemilik Hak Ulayat Kembangkan Wisata

51

KAMIS, 30 MARET 2017

JAYAPURA — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (Provinsi) Papua fokus kembangkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Kota se-Papua dan juga bersinergi bersama atau menggendeng pemilik hak ulayat guna membuka lapangan kerja baru.

Suasana Musyawarah Daerah VIII PHRI Papua.

 “Pengembangan lima tahun kedepan, kami akan bersinergi dengan pemilik hak ulayat, para ondoafi, dan mengajak teman-teman khususnya di Kota Jayapura, bagian perhotelan berbintang sampai melati untuk membuat program tur wisata,” kata Syahrir Hasan kembali terpilih menjadi Ketua PHRI Provinsi Papua periode 2017-2022 melalui Musyawarah Daerah (Musda) VIII Badan Pengurus Daerah selama dua hari pada salah satu hotel berbintang di Kota Jayapura, 29-30 Maret 2017.

Dirinya juga berterima kasih kepada seluruh rekan-rekannya yang telah mempercayakannya memimpin kembali mengemban tugas sebagai Ketua PHRI jilid dua. Dikatakannya, Papua memiliki gudang sejarah yang sangat banyak, sehingga destinasi wisata ditonjolkan guna membantu PAD pemerintah Kota Jayapura, dan pada umumnya Provinsi Papua.

“Ada wisata rohani di Engros Tobati, wisata sejarah Mc Arthur, pendaratan sekutu di Hamadi dan masik banyak lagi. Saya pikir semua ini akan bekerjasama dengan masyarakat setempat dan pemerintah daerah,” tuturnya.

Ke depannya ini, PHRI terus mengasah pengalaman dan menjunjung tinggi bekerja secara profesional untuk membangun Papua. Ia menjelaskan sebelum dirinya menjadi Ketua PHRI pada jilid pertama hampir setiap kegiatan nasional tak terlihat. Begitu dirinya menjadi ketua PHRI mulailah terlihat kegiatan-kegiatan nasional di Papua.

“Sebelum saya jadi ketua PHRI pembangunan sangat terlihat bahwa yang membangun Papua, khususnya Kota Jayapura ini adalah pihak swasta. Saat kami datang hotel yang ada hanya 3 saja, dibawah kepengurusan saya hotel berbintang sudah ada 6 hotel. Kami ada, tak terlihat, tapi terasa,” ujarnya.

Pihaknya juga berterima kasih banyak kepada pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Kota yang telah memberikan kemudahan-kemudahan kepada pengusaha lokal untuk membangun binis perhotelan di Papua, khususnya di Kota Jayapura.

“Dan apa yang kami bangun ini adalah asetnya Kotamadya Jayapura. Pembangunan SDM juga kami akan kerjasama dengan sekolah menengah kejuruan. Saat selesai jika bagus, maka akan diperdayakan,” kata Syahrir.

Bicara soal SDM, berapa persen? menurutnya untuk di Papua sekitar dengan jumlah kamar yang ada sebanyak 40-50 persen dari dua ribu jumlah kamar pada hotel berbintang di Kota Jayapura. Ia yakin ke depan, hotel di Kota Jayapura, secara umum di Papua akan semakin banyak, sehingga SDM berkualitas sangat dibutuhkan.

“Pembangunan hotel lebih cepat daripada pembangunan SDMn-ya. Sebenanrnya sudah ada, hanya nantinya akan diberikan paket pelatihan-pelatihan perhotelan,” ujar pria asal Sulawesi Selatan ini.

Otniel Samai Meraudje selaku Ketua Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Pariwisata khusus Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura menilai Syahrir mampu memperhatikan hubungan kerjasama antara swasta dan masyarakat, khsusnya masyarakat adat.

“Selain beliau lihat dari PHRI, beliau juga melihat masyarakat atau kampung-kampung yang punya daya tarik wisata, pastinya nanti dapat kerjasama. Seperti di kampung kami wilayah adat Holtekamp, tahun kemarin beliau sudah melihat ada daya tariknya untuk menggandeng kami,” kata Otniel.

Dengan adanya ini, sudah pasti peluang besar ada ditengah-tengah masyarakat khususnya anak-anak muda yang masih menganggur untuk bekerja. Tak hanya itu, penjual-penjual kuliner lokal dari mama-mama dan penjual asesoris Papua akan dijadikan rekan kerja PHRI.

Musda kali ini mengangkat tema PHRI bersinergi mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera dengan sub tema meningkatkan kualitas sumber daya manusia beserta pariwisata dalam rangka menyongsong PON ke XX tahun 2020 di Tanah Papua.

Syahrir Hasan.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta

Komentar