Polda Metro Jaya Minta Klub Persija Jakarta Berperilaku Santun

40
SELASA, 21 MARET 2017

JAKARTA — Manajer Klub Persija Jakarta, Gede Widi Ade beserta rombongan mendatangi Polda Metro Jaya, guna meminta maaf sekaligus meminta polisi mengijinkan Persija bisa kembali berlaga di DKI Jakarta.

Perwakilan Persija bersama aparat Polda Metro Jaya.

Hal tersebut lantaran kericuhan antara suporter Jack Mania dengan aparat Kepolisian pada 24 Juni lalu dalam laga melawan Sriwijaya FC sehingga Persija dapat ancaman sanksi dari PSSI dan tidak disaksikan suporternya selama enam laga Torabica Soccer Championship.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Polisi Suntana, menyampaikan, pasca insiden tersebut, klub Persija harus lebih kuat lagi agar bisa berprestasi serta terwujud suporter Jack Mania yang tertib dan bisa memenuhi aturan.

“Jadi, persoalan saat kejadian pada pertandingan sebelumnya, mestinya menjadi bahan evaluasi untuk renungan agar di kemudian hari apabila ada pertandingan lagi, suasana menjadi aman, tertib dan bisa terjaga dengan baik. Itu merupakan usaha kita bersama,” ujar Suntana di Kompleks Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Namun, beber Suntana, keberadaan suporter itu sangat terpengaruhi berbagai kebijakan yang dilakukan oleh induk sepak bola itu sendiri, dalam hal ini Persija. Bagaimana manajer bisa mengakomodir dan menyikapi persoalan yang ada sesuai dengan apa yang diinginkan.

“Kami Polda Metro sangat menginginkan suporter Jack mania yang berperilaku santun, jadi tidak ada niat dari Polda ingin memperkecil atau membatasi ruang gerak dari Persija. Kami cinta Persija, mari sama-sama kita menjaga agar semua berjalan dengan baik sesuai aturan,” tutur Suntana.

Menanggapi saran Wakapolda tersebut, Manajer Persija Jakarta, Gede Widi Ade, menyatakan, pada prinsipnya, klub akan terus mengevaluasi seperti apa yang dilakukan sebelumnya.

Pertemuan ini, lanjut Gede, juga untuk menemukan langkah tepat sehingga nanti bisa disampaikan kepada pengurus Jack Mania agar kericuhan tidak akan terjadi kembali.

“Kita pengen Jack Mania itu menjadi seorang anak yang kembali bermain di wilayah orang tuanya yaitu di wilayah Polda Metro. Sekarang akhirnya kita kembali lagi ke Jakarta,” imbuhnya.

Untuk itu, Gede berjanji, akan melakukan sosialisasi, pendekatan ke semua manajer klub agar sepak bola Indonesia bisa bertanding aman, tidak ada lagi keributan. Hal ini, menurut Gede, juga pekerjaan rumah kita bersama supaya selalu menyampaikan edukasi kepada seluruh suporter di Indonesia sehingga sepak bola itu tidak identik dengan tawuran.

“Sekali lagi, saya bersama-sama Jack Mania dan sebagai manajer Persijab akan selalu menaati hukum, memohon kepada stake holder dan masyarakat Jakarta, untuk memberi kesempatan kepada kami  membuktikan bahwa kami punya niat baik membesarkan klub. Berkiprah di Indonesia dan bermanfaat bagi orang lain,” tutup Gede.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa / Editor: Satmoko / Foto: Adista Pattisahusiwa

Komentar