Polda Metro Jaya Minta Masyarakat Tak Terpengaruh Ajakan Tamasya Al Maidah

0
15

RABU, 22 MARET 2017
 
JAKARTA — Kepolisian Polda Metro Jaya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terpengaruh ajakan “Tamasya Al Maidah”. Jargon Tamasya Al-Maidah ini dimaksudkan mengajak seluruh warga agar menjaga setiap TPS di saat pemungutan suara pada Pilgub DKI Jakarta putaran ke-2, 19 April 2017 mendatang.

Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Polisi Suntana.

“Kita kan sudah amankan TPS. Sudah ada 13 ribu polisi, dibantu TNI, panitia KPPS untuk menjaga TPS, juga ada pengawas dari internal dua pasang calon. Ya, sudah cukup. Nggak usah ada yang lain,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono di Kompleks Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (22/3/2017).

Jika ada yang berpotensi konflik, Kepolisian siap mengerahkan sebanyak 40 ribu keamanan di seluruh wilayah Jakarta. “Nanti teknisnya diatur per TPS,” ungkap Argo.

Untuk itu, dirinya menyarankan, saat putaran kedua Pilgub DKI, jika ada tindakan kecurangan yang merugikan pasangan lain dalam proses pemungutan suara, dipersilakan masyarakat langsung melaporkan ke Bawaslu dan Panwas karena mekanismenya seperti itu.

Sementara itu, Wakapolda Metro Jaya, Brigjend Pol. Suntana, di tempat yang sama juga menegaskan agar warga tidak perlu melakukan penjagaan TPS.

“Polisi akan mencegah terjadinya kecurangan dan menjaga keamanan selama di TPS. Karena proses dan aturannya ada,” pungkas Suntana.

Jadi, beber Suntana, masyarakat tidak perlu melakukan kegiatan Tamasya Al Maidah itu untuk mengamankan TPS. Sebab, pengamanan TPS akan dilakukan oleh polisi dan dibantu oleh instansi terkait.

Suntana mengakui, tindakan tersebut sebuah gerakan demokrasi, tapi sepanjang sesuai dengan aturan Kepolisian akan memperbolehkan.  Namun, kalau hal tersebut bersifat intimidasi dan provokasi, mestinya dicegah. Polisi punya kewenangan itu.

“Kita larang, Ngak perlu lakukan itu, ada kita kok. Buat apa sih, kita jamin tidak ada gangguan di TPS,” imbuhnya.

Untuk itu, Suntana juga mengimbau masyarakat yang berada di luar Jakarta tidak perlu berbondong-bondong  memasuki ibu kota hanya untuk mengamankan TPS di Pilgub DKI Jakarta.

“Kita telah koordinasi dengan Polda terkait dan itu sudah SOP sistematis yang kita lakukan. Polisi dengan kewenangan yang ada mencegah potensi konflik, keributan, kita diberikan ruang undang-undang untuk menjaga tindakan yang bersifat pencegahan,” tutup Wakapolda Suntana.

Jurnalis: Adista Pattisahusiwa / Editor: Satmoko / Foto: Adista Pattisahusiwa

Komentar