Posdaya Jeruk Turut Bina Kerukunan Masyarakat

39

RABU, 29 MARET 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Jeruk merupakan salah satu unit Posdaya di Provinsi DKI Jakarta yang berkedudukan di Rukun Warga (RW) 2, 3, dan 4 Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kegiatan rutin Posyandu.

Posdaya merupakan salah satu bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat yang diinisiasi oleh Yayasan Damandiri dalam programnya yang diberi nama Tabur Puja (Tabungan Kredit Pundi Sejahtera).

Posdaya Jeruk merupakan salah satu Posdaya yang diminati masyarakat sekitar. Dengan pembinaan yang dilakukan oleh Ketua Posdaya Jeruk, Novita Saraswati, Posdaya ini mampu merangkul 150 anggota dan membantu pemerintahan setempat untuk membina kerukunan warga masyarakat.

Dalam pembinaan anggotanya, Posdaya Jeruk sering mengadakan pelatihan-pelatihan. Itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anggotanya agar bisa lebih berdaya guna bagi pembangunan bangsa dan negara.

“Kami (Posdaya Jeruk-redaksi) diajak bergabung ke dalam Lembaga Masyarakat Kelurahan (LMK) oleh pihak kelurahan di sini,” ujar Novita dengan ramah kepada Cendana News pada Rabu (29/3/2017).

Setelah tergabung dengan LMK, Posdaya Jeruk memang lebih berdaya guna dalam pembangunan sosial masyarakat sekitar. Terlihat dari kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang diadakan oleh Posdaya Jeruk.

“Cukup sering juga kami membuka Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), selain itu kami juga mengadakan pelatihan kewirausahaan dan pengembangan kewirausahaan,” tambahnya.

Kegiatan tersebut ternyata cukup menarik perhatian masyarakat di RW 2, 3 dan 4. Banyak orang yang menanyakan mengenai Posdaya ke Novita dan menyatakan ingin bergabung dengan Posdaya.

“Walaupun baru sosialisasi mengenai Posdaya pada bulan November dan Desember 2013, kami sekarang sudah memiliki anggota aktif 150 orang. Hingga hari ini, masyarakat banyak yang menanyakan bagaimana cara bisa bergabung dengan Posdaya,” ujar ibu tiga orang anak itu.

Jurnalis: Bayu A. Mandreana / Editor: Satmoko / Foto: Bayu A. Mandreana

Komentar