Posdaya Jihad, Putar Roda Perekonomian Warga Gantuang Ciri Solok

0
17

RABU, 22 MARET 2017

SOLOK — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Sejak 2015, Posdaya Damandiri melalui Koperasi KPRI Kencana BKKBN Kabupaten Solok masuk ke Nagari Gantuang Ciri, Kecamatan Kubung. Melalui perjuangan yang tidak ringan, mengingat lokasi yang lumayan jauh dan menggunakan pendekatan melalui sosialisasi, Posdaya mampu menorehkan raihan positif dalam kehidupan masyarakat, di antaranya menekan rentenir dan memutar roda perekonomian warga setempat.

Sukardi (tengah, duduk) Elmiyeti (kiri) Darmalis (kanan).

Lintah darat menjadi suatu kebutuhan di kala itu. Karena keterbatasan modal dan kurangnya pengetahuan, warga setempat kebanyakan menggantungkan harapan kucuran dana segar dari rentenir, meski dengan bunga tinggi. Bunga tinggi hingga 50 persen per bulan dan ditagih hampir tiap hari.

Mau tidak mau, itulah salah satu jalan yang paling cepat meminjam uang saat itu, karena untuk melakukan peminjaman di tempat lain membutuhkan persyaratan dan waktu yang cukup lama.

“Sulit untuk melakukan pinjaman dan salah satu tempat yang mudah dan dituju masyarakat, ya kepada rentenir tersebut,”sebut Elmiyeti (50), admin Tabur Puja, menceritakan kondisi daerah tersebut sebelum masuknya Posdaya.

Permasalahan lainnya yakni masyarakat setempat sebagian besar memiliki usaha di luar wilayah tersebut, seperti berdagang hingga menjadi pekerja. Bahkan untuk membeli peralatan sehari-hari harus ke pusat kota. Hal ini menyebabkan perputaran uang hanya di luar dan sangat sedikit sekali berputar di dalam daerah tersebut.

“Roda perekonomian tidak berputar sebagaimana mestinya, karena belanja dan bekerja harus keluar,” sebut Darmalis (50), kasir Tabur Puja.

Hadirnya Posdaya dengan nama Jihad di nagari tersebut, menjadi jawaban dari dua persoalan sekaligus. Mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir hingga membuka usaha berbasis masyarakat.

“Pinjaman dari Tabur Puja membuat masyarakat dapat membuka usaha. Hal ini juga memacu roda perekonomian masyarakat berputar,” kata Ketua Posdaya Jihad, Sukardi, ketika disambangi Tim Cendana News di kediamannya, Rabu (22/3/2017).

Bentuk sumbangsih Posdaya di antaranya Tabur Puja, yang memberikan pinjaman tanpa agunan, proses mudah dan cepat serta bunga yang rendah dengan menyasar pedagang kecil, peternak, petani hingga industri rumahan. Bahkan dari yang  tidak memiliki usaha mempunyai kesempatan untuk mendapatkan modal.

“Sebelumnya, saya hanya sebagai ibu rumah tangga, dengan adanya Tabur Puja, saat ini saya memiliki ternak itik dan juga membuka warung makanan maupun minuman,” sebut Isdalena (39) dengan bangga.

Dengan adanya aliran dana pinjaman, biasanya masyarakat harus berbelanja ke luar nagari. Saat ini sudah banyak bermunculan warung-warung kelontong, makanan dan minuman. Hal ini juga menandakan roda perekonomian dan terjadi perputaran uang di daerah tersebut.

Tidak hanya menyasar pedagang, guru honorer, pekerja kontrak hingga pekerja sukarela juga mendapatkan kesempatan yang sama. Bahkan sejak 2015, tercatat anggota aktif mencapai 188 orang.

“Selain honor di sekolah, saat ini saya juga menekuni jualan gorengan hingga barang rumah tangga yang modal awalnya dari pinjaman Tabur Puja,” kata Vilda Marga Yona (31).

Vilda Marga Yona.

Hadirnya Posdaya unit Tabur Puja dengan perputaran pinjaman hampir mencapai Rp1 miliar telah menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan membuka peluang usaha serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. 

Jurnalis: ME. Bijo Dirajo / Editor: Satmoko / Foto: ME. Bijo Dirajo

Komentar