Posdaya Latih Warga Menganggur, Jadi Bisa Buka Usaha

36

JUMAT, 17 MARET 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri dan bermartabat, tentu saja tidak cukup hanya dengan menggalakkan pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Ekonomi warga juga harus dibangkitkan.

Pelatihan usaha membuat sangkar burung yang dilakukan Posdaya Sumber Makmur.

Untuk itu, Posdaya Sumber Makmur di Kampung Celeban RW 5, Tahunan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, menggerakkan warga untuk lebih menggali potensi ekonomi yang ada. Pemberdayaan ekonomi warga ini menjadi agenda tak kalah berat bagi Posdaya Sumber Makmur. Pasalnya, jauh sebelum ada Posdaya itu, mayoritas warga Kampung Celeban bekerja sebagai buruh tidak tetap, dan lainnya bahkan menganggur.

Berbagai upaya pun dilakukan, diawali dengan mengajak warga untuk mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai minat dan potensi yang dimiliki. Baik itu pelatihan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, lembaga swadaya masyarakat maupun pihak universitas atau perguruan tinggi. “Pelatihan ini bermacam-macam. Baik untuk ibu-ibu rumah tangga, bapak-bapak, maupun pemuda. Kita ajak mereka mengikuti pelatihan. Setelah bisa, lalu kita dorong untuk mencoba di rumah masing-masing. Agar bisa berjalan, selalu kita dampingi. Setelah mulai berjalan pun tetap kita dampingi agar bisa berkembang,” kata Ketua Posdaya Sumber Makmur, Mukri Wahyudi.

Menurut Mukri, ada banyak usaha yang kini digeluti oleh warga Kampung Celeban. Mulai dari usaha kerajinan kulit, usaha pembuatan kurungan atau sangkar burung, warung makan, warung bakmi, pembuatan batik, jual beli kain perca, warung angkringan, dan banyak lagi. “Awalnya kita mencarikan bantuan dana yang disediakan oleh Pemerintah. Bantuan itu kita belikan alat. Misalnya, untuk pembuatan kurungan, kita belikan mesin gergaji duduk, bor, dan alat pertukangan lainnya. Setelah alatnya ada, kita minta mereka membuat kurungan. Pokoknya dibikin sebanyak-banyaknya. Tidak perlu mikir soal pemasaran dulu,” katanya.

Setelah kurungan buatan warga tersebut jadi dan terkumpul, Posdaya Sumber Makmur kemudian berusaha menjualkan produk tersebut ke sejumlah pedagang di pasar burung. Warga pun secara bertahap diajarkan untuk memasarkan sendiri produknya itu seiring berjalannya waktu.

Setelah usaha itu mulai berjalan, penggerak Posdaya lalu berupaya menyediakan bantuan modal melalui koperasi simpan pinjam atau Tabungan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). Bentuknya berupa pinjaman lunak dengan bunga sangat rendah. Bantuan modal ini khusus diberikan untuk warga yang usahanya belum berkembang, sehingga benar-benar bisa bermanfaat.

Dana kas koperasi simpan pinjam Tabur Puja yang dimiliki Posdaya Sumber Makmur sendiri berasal dari bantuan yang digunakan sebagai modal tetap. Setiap bunga hasil pinjaman yang terkumpul, diakumulasikan sebagai tambahan modal, sehingga dari waktu ke waktu semakin bertambah.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar