Posdaya Lestarikan Program KB di X Koto Diateh Solok

65

RABU, 22 MARET 2017

SOLOK — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Kepala Tata Usaha UPT KB Kecamatan X Koto Diateh, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Yurnalisman, menyebutkan, sinergi bersama Posdaya Damandiri telah sukses melestarikan program Keluarga Berencana (KB) di daerah tersebut. Dari 2.561 pasangan usia subur (PUS), 1.994 di antaranya merupakan akseptor KB atau peserta aktif. Bahkan untuk dua bulan pertama di 2017, dari 467 target akseptor baru untuk satu tahun pencapaian, 96 di antaranya sudah mengikuti program KB.

Kader KB yang juga pengurus Tabur Puja.

“Tercatat, 76 persen PUS di sini sudah menjadi peserta aktif,” sebut Yurnalisman, Kepala Tata Usaha UPT KB Kecamatan X Koto Diateh, Rabu (22/3/2017).

Dijelaskan Yurnalisman, program KB untuk wilayah tersebut, dalam 10 tahun terakhir, warganya sudah memahami, apalagi dengan rutinnya sosialisasi yang dilakukan.

“Bahkan, sejumlah orang menyebutkan, memiliki tiga orang anak sudah terbilang banyak,” katanya.

Dikatakan juga, dengan hadirnya Posdaya sejak Mei 2014 lalu di wilayah tersebut, ikut menyukseskan bahkan mampu melestarikan program KB yang merupakan salah satu andalan pemerintahan Presiden Kedua RI, HM. Soeharto. Kader KB yang juga pengurus Tabur Puja (Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera) Posdaya Tanjung Balik, X Koto Diateh, sangat berperan dan aktif dalam menyukseskannya.

“Posdaya sangat berdampak terhadap pelestarian KB. Saat pencairan Tabur Puja yang biasanya 10 per kelompok, nasabah selain mendapatkan pinjaman juga mendapatkan informasi pentingnya KB,” jelasnya.

Tidak hanya sosialisasi secara persuasif, UPT juga menyediakan alat kontrasepsi dengan berbagai jenis dan disalurkan ke tenaga medis secara gratis. Meski gratis, terkadang untuk jasa tenaga medis, masyarakat juga harus mengeluarkan uang.

“Memang ini dilema, bahkan saya sempat berseloroh, jika saya bisa menyuntik, biar saya saja yang melakukan,” katanya.

Kepala Tata Usaha UPT KB Kecamatan X Koto Diateh, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Yurnalisman.

Meski ada kendala di lapangan, namun dengan adanya sosialisasi, safari dan pendekatan serta memberikan layanan gratis pada momen tertentu, program KB tetap lestari di wilayah tersebut.

Jurnalis: Bijo Dirajo / Editor: Satmoko / Foto: Muhammad Noli Hendra

Komentar