Posdaya Plamboyan Bandung Barat, Miliki Banyak Prestasi

65

SELASA, 28 MARET 2017

JAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Posdaya Plamboyan, Bandung Barat, Jawa Barat, merupakan peraih Juara I Posdaya Rujukan Nasional, tahun lalu. Pada tahun ini, Posdaya Plamboyan diikutsertakan lagi dalam lomba, namun dengan bidang berbeda, yaitu ekonomi dan meraih penghargaan sebagai Posdaya Terbaik III Kategori Pengelola Tabur Puja atau Simpan Pinjam.

Nani Yuningsih (baju orange) bersama Ketua Posdaya lainnya di Jakarta

Di bidang ekonomi tersebut, di dalamnya terkait dengan koperasi, dana simpan pinjam, dana tabur puja, yang kebetulan di Posdaya Plamboyan baru saja ada dana simpan pinjam dan belum berupa koperasi, karena koperasi harus berbadan hukum. Namun, meski masih sebatas simpan pinjam, dana yang digulirkan di Posdaya Plamboyan mencapai Rp570 juta.

Ketua Posdaya Plamboyan, Nani Yuningsih, menjelaskan, Posdaya Plamboyan berdiri sejak 2009, dan dibentuk oleh mahasiswa KKN Tematik UPI. Selama tiga tahun berturut-turut, Posdaya Plamboyan mengikuti Damandiri Award. “Sebelum ada Posdaya, daerah kami tidak memiliki atau sama sekali tidak berkembang, tertinggal dalam segala bidang. Namun, dengan masuknya Posdaya dari Yayasan Damandiri, secara bertahap daerah kami mulai berkembang,” kata Nani, saat ditemui di sela acara Damandiri Award di Gedung Atrium Universitas Trilogi, Jakarta, Senin (27/3/2017).

Posdaya Plamboyan memiliki beberapa kegiatan unggulan. Di antaranya, bidang pendidikan dengan adanya PAUD Posdaya Plamboyan yang menjadi PAUD unggulan se-Provinsi Jawa Barat, karena jumlah muridnya yang mencapai 80 anak. Di bidang ekonomi, yang semula tak ada pemberdayaan ekonomi, menjadi ada dengan munculnya sejumlah industri rumahan binaan, warung-warung binaan, dan juga keluarga yang semula berada di level pra sejahtera (Pra Keluarga Sejahtera), Sejahtera I (Keluarga Sejahtera I), mulai berwirausaha sehingga tingkat kesejahteraannya semakin meningkat. Keluarga Sejahtera kurang mampu, menjadi naik tingkatannya menjadi Keluarga Sejahtera I. Dan, yang dari Keluarga Sejahtera I dibantu lagi, sehingga naik tingkatannya menjadi Keluarga Sejahtera II, dan menjadi Sejahtera.

Menurut Nani, kendala yang dihadapi di wilayahnya antara lain sarana Posdaya Plamboyan yang kini sudah tidak layak dipakai, karena nyaris roboh. Namun, belum lama ini sudah ditinjau oleh pihak Yayasan, dan akan segera ditindaklanjuti. Posdaya Plamboyan sendiri juga telah mengajukan dana bantuan, agar nantinya sarana Posdaya Plamboyan dijadikan Pusat Pelatihan Posdaya se-Provinsi Jawa Barat, karena beberapa Posdaya dari daerah Garut, Sumedang, melakukan studi banding ke Posdaya Plamboyan.

Saat ini, sementara menunggu perbaikan, Posdaya Plamboyan menggunakan halaman-halaman rumah warga yang diberdayakan, dan untuk PAUD, sementara menggunakan masjid di lantai 2 yang cukup luas dan dapat menampung seluruh murid. Sebenarnya, kata Nani, sarana yang dimiliki Posdaya Plamboyan masih dapat digunakan, hanya saja warga khawatir jika turun hujan besar, akan roboh.

Meski dengan berbagai keterbatasan sarana dan prasarana gedung, Posdaya Plamboyan mampu mencetak beberapa prestasi yang membanggakan. Di antaranya, inovasi alat potong keripik yang mendapatkan penghargaan sebagai pelopor pemberdayaan masyarakat dari Gubernur Jawa Barat, dan meraih Anugerah Inovasi 2016. “Alat potong keripik sudah menjadi usaha milik Posdaya Plamboyan, sehingga keuntungannya digunakan untuk Posdaya Plamboyan,” jelas Nani.

Sementara itu di bidang pemberdayaan ekonomi, sejak 2013 Posdaya Plamboyan telah memiliki dana simpan pinjam Tabur Puja, dengan jumlah nasabah sekitar 169 orang. Dana pinjaman yang disediakan mulai dari Rp2 juta, Rp3 juta, hingga Rp5 juta, tanpa agunan. Bagi para pelaku usaha pemula, pun selain diberikan dana pinjaman juga diberikan pelatihan. “Ke depan, Posdaya Plamboyan ini akan dijadikan Pusat Pelatihan Posdaya dan pusat perekonomian, dengan mendirikan koperasi yang lebih besar lagi, sehingga Posdaya Plamboyan menjadi pusat untuk mewadahi Posdaya-posdaya yang ada di Bandung Barat, terutama di Korwil Jawa Barat II, seperti Garut, Cianjur, dan Sumedang,” katanya.

Anggota Posdaya Plamboyan adalah seluruh warga RW yang terdiri dari 3 RT. Namun demikian, Posdaya Plamboyan juga melibatkan RW tetangga yang belum memiliki Posdaya. Dalam memasarkan berbagai produk ekonominya, Posdaya Plamboyan pun telah memiliki gerai di wilayah Kabupatan Bandung, yang memudahkan setiap anggota Posdaya memasarkan produk-produknya.

Jurnalis: M Fahrizal/ Editor: Koko Triarko/ Foto: M Fahrizal

Komentar