Produk Kerajinan Tapis Lampung Kini Dipasarkan dengan Sistem Online

0
24

JUMAT 17 MARET 2017

LAMPUNG — Kemudahan akses ada karena  teknologi berbasis internet yang kini sudah  mencapai 4G LTE  dimanfaatkan  dengan baik oleh para pengrajin tenun tapis khas Lampung.

Reny  memperlihatkan  produk kain tapis kerajinan khas Lampung.

Hal tersebut dikemukakan Reny, (30) salah satu penunggu galeri Lamban Tapis sebuah pameran produk kerajinan yang digelar di SMA Kebangsaan, Kecamatan Penengahan, Jumat, (17/3/2017). Paparnya di satu sisi   penjualan tapis masih dilakukan secara konvensional dengan membuat galeri di Kota Kalianda, namun di sisi lain pemasaran dilakukan dengan cara online. 

Produk yang dipasarkan berupa kain selendang tapis, sarung tapis, topi hanuang bani, aksesoris perlengkapan upacara adat serta kerajinan tangan bermotif.  Reny mengaku khusus untuk kerajinan tapis yang dibuat merupakan hasil kerajinan para perempuan Lampung merupakan binaan dari wakil Ketua DPRD Lampung Selatan, Hj.Roslina.

“Kita pasarkan secara offline di galeri Lamban Tapis yang bisa didatangi oleh pecinta tapis. Namun dengan cara online tapis bisa dijual hingga ke Singapura dan negara lain,” terang Reny.

Reny mengaku harga yang ditawarkan untuk beragam produk kerajinan tapis ditawarkan cukup beragam. Mulai dari yang harganya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.  Hal ini   tergantung motif dan juga kerumitan pembuatan.

Sementara aksesoris lain yang terbuat dari bahan kain dan logam juga ditawarkan dan bisa dibeli dengan sistem pembayaran elektronik yang bekerjasama dengan  sebuah operator nasional. Peresmian  jaringan 4GLTE se-Sumatera, yang diresmikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan (MPR) Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, Bupati Lampung Selatan Zulkifli Hasan serta beberapa pejabat penting dari operator tersebut.

Bupati Lampung Selatan menyebut internet sangat memiliki peranan dalam memajukan masyarakat. Koneksi internet yang lebih baik akan memberi kemudahan bagi para siswa, para aparatur sipil negara (ASN) dalam meningkatkan kinerjanya. Ia bahkan meminta sebagian besar siswa di SMA Kebangsaan sebagai salah satu sekolah berstandar nasional dan menciptakan kader bangsa yang baik bisa memanfaatkan teknologi internet.

“Khusus bagi siswa di SMA Kebangsaan ini telah menggunakan sistem komputerisasi dalam ujian dan dalam pengerjaan tugas tugas juga menggunakan internet,” terang Zainudin Hasan.

Sementara bagi masyarakat umum, seperti halnya pemanfaatan teknologi internet untuk pemasaran produk ia mengaku usaha kecil menengah (UKM) bisa memanfaatkan internet untuk memperkenalkan produknya. Ia bahkan mengungkapkan dengan adanya fasilitas perpustakaan seru (perpuseru) yang ada di setiap desa dengan bantuan komputer bisa digunakan untuk belajar dengan perpustakaan digital.

Sementara bagi pelaku usaha kecil menengah internet bisa digunakan untuk pelatihan tata cara pemasaran produk menggunakan internet. Zainudin Hasan bahkan meminta setiap UKM memiliki sistem pemasaran online agar produk produk lokal setiap desa bisa dikenalkan sehingga kehadiran 4GLTE bisa dirasakan manfaatnya oleh semua masyarakat.

Jurnalis: Henk Widi/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Henk Widi

Komentar