Ratusan Kilogram Vanila PNG Disita Satgas Pamtas Yonif 122

49

KAMIS, 30 MARET 2017

JAYAPURA — Sebanyak 262,07 kilogram Vanila berilai sekitar Rp800 jutaan tanpa dokumen resmi, disita Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti, Kamis (30/03/2017).

Ratusan kilogram Vanila diamankan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122 TS disaksikan aparat Polsek Muaratami.

Masuknya vanila ke wilayah Indonesia itu berlangsung di Pantai Logpond Muaratami, Kota Jayapura yang berbatasan dengan Negara Papua New Guinea (PNG). Awalnya satgas pamtas ini mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar lokasi.

Dari informasi itulah, satuan intelijen Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS mendalami info untuk diselidiki dan membuahkan hasil. Penggagalan itu dipimpin langsung Parwira Seksi (Pasi) Intel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS, Letnan Satu Infanteri Aris.

Dikerahkan satu tim dari Pos Muaratami melakukan penyusuran di sepanjang Jalan Muaratami menuju Pantai Logpond. Saat dilakukan sweeping inilah terungkap kasus vanila yang masuk tanpa surat-surat yang sah.

“Kami ada amankan 8 orang beserta barang bukti 262,07 Kg vanila dari PNG tanpa disertai dokumen yang sah, satu pucuk senjata jenis air softgun tanpa amunisi, satu unit mobil Inova nopol DS 1959 AS warna abu-abu metalik dan satu unit sepeda motor Honda Vario warna putih hitam nopol DS 4265 RD,” kata Lettu Infanteri Aris didampingi Letttu Inf Marasi Gobel Sinaga.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS, Mayor Inf Sigit Sugiharto mengaku bangga atas apa yang telah dicapai anggotanya dengan menggagalkan masuknya barang dari negara tetangga PNG secara illegal ke wilayah Indonesia.

“Saya benar-benar bangga dan memberikan apresiasi yang tinggi atas keberhasilan mereka, ini merupakan sebuah bukti bahwa peran staf intelejen saya benar-benar berfungsi,” kata Mayor Inf Sigit Sugiharto.

Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan KPP Bea Cukai Jayapura, Tarto Sudarsono saat hadir ke Komando Taktis (Kotis) Yonif 122/TS di Skouw perbatasan RI-PNG juga berikan apresiasai kepada aparat TNI AD yang ada di perbatasan itu.

“Apresiasi yang luar biasa kepada Satgas atas kinerjanya selama ini, sehingga kegiatan ilegal di perbatasan bisa diminimalisir,” kata Tarto saat hadiri serah terima barang bukti dan tersangka di Makotis tersebut.

Menurutnya kinerja satgas di perbatasan RI-PNG mempunyai andil yang cukup besar. Satgas sudah mempunyai peran menyadarkan masyarakat perbatasan untuk membayar pajak atas lalu lintas barang di perbatasan RI-PNG.

Keberhasilan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS ini juga sebagai kado kepada Komandan mereka yang nantinya pada awal April naik pangkat jadi Letnan Kolonel.

Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 122/TS, Mayor Inf Sigit Sugiharto.

Jurnalis: Indrayadi T Hatta/Redaktur: Irvan Sjafari/Foto: Indrayadi T Hatta

Komentar