Ratusan Pencari Kerja di Sumbar Dapatkan Pelatihan

74

SENIN, 27 MARET 2017

PADANG — 332 orang pencari kerja mendapat pelatihan selama satu bulan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Sumatera Barat (Sumbar). Setelah mendapatkan pelatihan, mereka akan ditempatkan di sejumlah perusahaan yang ada di Sumbar selama empat bulan.

Peserta Pelatihan dan Pemagangan Dalam Negeri 2017 di Aula Disnakertrans Sumbar

“Pelatihan yang diberikan kepada 332 orang pencari kerja itu merupakan Program Pelatihan Pemagangan Dalam Negeri yang dilakukan hampir setiap bulannya. 332 orang itu memiliki berbagai latar belakang pendidikan, yakni dari SLTA/Sederajat, Perguruan Tinggi, dan bahkan ada yang dari SLTP/Sederajat, dengan usia peserta 18-40 tahun,” ujarnya, Senin (27/3/2017).

Ia menjelaskan, pelatihan yang akan diberikan itu sesuai dengan latar pendidikan yang telah ditempuh oleh peserta pelatihan tersebut. Misalnya yang tamatan SMK Otomitif, maka akan dilatih fokus soal otomotif, begitu juga kepada pencari kerjanya.

“Mungkin selama mereka menjalani pendidikan, waktu prakteknya tidak memiliki fasilitas yang bagus sehingga ilmu yang dipelajari tidak terpraktekan dengan baik. Jadi pada kesempatan ini kita latih mereka berdasarkan ilmu yang dipelajarinya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tenaga Kerja Disnakertrans Sumbar, Sudarmi menambahkan setelah masa pelatihan berakhir, nanti para peserta akan diarahkan ke perusahaan-perusahaan yang sesuai dengan ilmu yang dilatih selama satu bulan tersebut selama empat bulan. Nanti setelah selesai dilatih dan magang, 332 orang pencari kerja yang dilatih itu akan diberi sertifikat.

“Setelah nanti selesai masa pelatihan dan pemagangannya, kita akan coba mengkoordinasikan dengan perusahaan yang membutuhkan 332 orang itu. Di sini tentunya akan butuh waktu, karena tidak serta merta selesai pelatihan dan magang lalu diberi sertifikat sudah bisa langsung bekerja. Akan tetapi dikoordinasikan dulu ke pihak perusahaan, yang membutuhkan tenaga kerja,” jelasnya.

Sudarmi menyatakan, melihat pada program pelatihan sebelum-sebelumnya, 88 persen pencari kerja yang dilatih itu telah berhasil bekerja di perusahaan, sedangkan 12 persennya di perusahaan usaha mandiri.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memasangkan kokarde kepada salah satu peserta Pelatihan dan Pemagangan Dalam Negeri 2017

Selain itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga mengatakan, permasalahan terjadinya pengangguran di Sumbar ialah pencari kerjanya tidak memiliki keterampilan yang bagus, sehingga kalah berasaing dengan pencari kerja lainnya. Ia mengakui, meski telah menjalani pendidikan kejuruan seperti SMK yang mempelajari otomotif, namun disaat prakteknya mereka malah tidak mampu dan bahkan bingung mau mengerjakan apa.

“Ini mungkin akibat dari waktu masa pendidikannya, meski telah mendapat ilmu lewat bangku sekolah, tapi ketika untuk memprakteknya sekolah tidak memiliki fasilitas yang bagus. Sehingga ilmu yang didapatkan tidak mendapatkan fasilitas yang bagus, akhirnya ilmu praktenya tidak dapat,” ujar Irwan.

Untuk itu, Irwan berharap kepada 332 orang pencari kerja tersebut, untuk mengikuti pelatihan dan pemagangan secara serius dan fokus. Jika memiliki latar belakang pendidikan otomotif maka harus fokus ke otomotifnya. Apabila fokus ke pariwisata atau perhotelan, maka pada kesempatan pelatihan dan pemagangan ini fokus ke pariwisata dan perhotelan saja, dan jangan pelajari yang lain.

“Pelatihan dan pemagangan ini adalah kesempatan, untuk itu manfaatkan sebaik mungkin,” tegasnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra/ Redaktur : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Istimewa

Komentar