Retno Marsudi: TKI Non Prosedural Paling Rentan Terkena TPPO

43

JUMAT, 31 MARET 2017

MATARAM — Masih banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) non peosedural terutama TKW menjadi salah faktor masih maraknya terjadinya aksi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di luar negeri.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi

“Semakin banyak TKI terutama yang non prosedural, maka peluang terjadinya TPPO juga semakin besar,” kata Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi saat memberikan kuliah umum, politik luar negeri dan peluang kerjasama internasional di kampus Universitas Mataram, Jumat (31/3/2017).

Dijelaskan, di kawasan Asia seperti Malaysia dan negara Timur Tengah menjadi negara yang paling banyak tempat TKI bermasalah, terutama soal kelengkapan dokumen. NTB termasuk salah satu daerah penyumbang TKI terbesar di Indonesia, dimana setiap tahun yang berangkat mencapai 50 ribu setiap tahunnya, belum yang non prosedural.

Tingginya jumlah tersebut, kata Retno, karena kedua kawasan tersebut menjadi tujuan utama dan banyak terdapat TKI bekerja, baik sebagai pekerja ladang, bangunan, PRT dan sejumlah bidang pekerjaan lain.

Lebih lanjut ia mengatakan, perlindungan warga negara Indonesia, terutama tenaga kerja selama ini memang menjadi prioritas politik luar negeri Indonesia. Ketika ada laporan dari masyarakat maupun dari korban, pihaknya tetap langsung memproses secara cepat, baik itu prosedural maupun non prosedural.

“Karena bagaimanapun mereka tetap warga negara Indonesia,” sebutnya.

Dalam setiap kunjungan dan berdialog langsung dengan TKI di lapangan, pihaknya juga selalu menyampaikan pesan supaya mereka  menghormati hukum yang berlaku di negara tersebut.

“Perlindungan yang kami berikan adalah perlindungan atas perampasan hak TKI, baik atas hukum, keselamatan maupun gaji dan kesejahteraan, bukan melindungi TKI yang berbuat kriminal,” katanya.

Jurnalis : Turmuzi / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Turmuzi

Komentar