Ribuan Orang di Ciamis Berebut Ikan di Irigasi

86

MINGGU, 26 MARET 2017

CIAMIS — Ribuan orang memadati saluran irigasi yang berada di Dusun Cibodas, RT 16, RW 04, Desa Cintaratu, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (26/3/2017). Mereka berebut sekitar 1,5 ton ikan mas yang disebar oleh panitia dalam rangka Gebyar Panen Rakyat “Gogoh Iwak”.

Suasana gogoh iwak

Ribuan warga turun ke saluran irigasi, meski kegiatan “Gogoh Iwak” belum dimulai. Warga tidak hanya tertarik memperoleh ikan, namun juga door prize berupa sepeda gunung, mesin cuci, kompor gas, kipas angin, uang, dan lain-lain, bagi yang bisa menangkap ikan mas bertanda pita merah. “Kita sudah menyiapkan kurang lebih 200 personel untuk menjaga ketertiban acara, namun petugas tidak mampu mengendalikan orang yang jumlahnya sekitar 2.382 orang. Mereka menceburkan diri ke saluran irigasi untuk mendapatkan ikan mas yang ditebar oleh panitia,” kata Ketua Panitia, Ir. Suyono, yang juga sebagai anggota DPRD Kabupaten Ciamis.

Menurut Suyono, meski tidak tertib secara pelaksanaan, namun hal itu merupakan wujud antusiasme warga untuk menyaksikan dan mengikuti acara Gebyar Panen Rakyat “Gogoh Iwak,” yang hanya berlangsung sekitar 2 jam itu. Warga sekitar Kecamatan Lakbok, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa beramai ramai turun ke saluran irigasi, dan menangkap ikan yang terlihat. “Suasananya sangat meriah, mereka juga berebut ikan mas, karena panitia sudah menyiapkan banyak hadiah, bagi peserta yang berhasil menangkap ikan dengan tangan kosong,” ujarnya.

Selain itu, menurut Suyono, kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang baru pertamakali dilaksanakan di Kecamatan Lakbok, dengan jumlah ikan dan peserta terbanyak, sehingga kegiatan ini tercatat dalam Original Rekor Indonesia (ORI) di bawah pimpinan penilaian Agung Elvianto.

Terpisah, Sugiono, salah satu peserta, menyatakan sangat senang karena bisa menangkap ikan mas banyak. “Selain menghibur, lumayan dapat ikan mas banyak sekitar 10 kilogram, bisa dimasak ramai-ramai dan dibagikan ke tetangga,” tuturnya.

Jurnalis: Baehaki Efendi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Baehaki Efendi

Komentar