Rumah Dijebol Longsor, Warga Ngrayun Terpaksa Ngungsi ke Rumah Tetangga

50

SENIN, 27 MARET 2017

PONOROGO — Akibat diguyur hujan dengan intensitas tinggi, tebing yang berada tepat di sebelah rumah milik Bomo (50 tahun) warga Dukuh Ketro, Desa Temon, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo longsor dan menjebol tembok salah satu bagian rumah. Alhasil, rumah ini pun tidak bisa ditempati karena material longsor terlihat berada di atas rumah.

Dinding yang jebol akibat longsoran tanah

Kabid Kedaruratan BPBD Ponorogo, Setyo Budiono saat ditemui menjelaskan, longsor tersebut menyebabkan rumah tidak dapat dihuni, empat anggota keluarga Bomo untuk sementara waktu terpaksa mengungsi ke rumah salah satu tetangganya.

“Semuanya sudah mengungsi ke rumah sebelahnya, yang dinilai lebih aman,” jelasnya kepada Cendana News, Senin (27/3/2017).

Longsor ini terjadi pada Jumat (24/3/2017) lalu sekitar pukul 14.30 WIB. Baru dilaporkan kepada aparatur desa dan BPBD Ponorogo pada hari ini. Beruntung saat kejadian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Kerugian materiil sekitar Rp 16 juta,” cakapnya.

Menurut Budi, sapaan akrab Setyo Budiono, daerah Ngrayun memang kawasan langganan bencana longsor. Hal ini karena topografi wilayahnya berupa pegunungan.

“Ditambah struktur tanahnya yang mudah longsor kalau kena air, ini yang jadi penyebabnya,” tandasnya.

Tumpukan tanah di samping rumah korban

Sementara itu, warga bersama aparat Dukuh Ketro bergotong-royong membersihkan longsoran di rumah Bomo dengan peralatan seadanya. Tim BPBD saat mengetahui bencana ini langsung menginventaris kerusakan dan memberikan bantuan.

“Kami berikan bantuan logistik untuk keluarga Pak Bomo, sekedar meringankan beban saja,” pungkasnya.

Jurnalis : Charolin Pebrianti / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Istimewa

Komentar