Saksi Bantah Dugaan Proyek e-KTP Untungkan Partai Politik Tertentu

0
20

KAMIS, 23 MARET 2017

JAKARTA — Persidangan lanjutan putaran ketiga dalam kasus perkara terkait e-KTP berlangsung di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (23/3/2017).

Suasana persidangan e-KTP di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta

John Halasan Butar-Butar, Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan dalam persidangan e-KTP sempat menanyakan kepada dua orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan. Masing-masing Taufik Effendy dan Teguh Juwarno, keduanya pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

“Apakah benar ada khabar bahwa  proyek pengadaan KTP elektronik tersebut diduga menguntungkan Partai Politik tertentu? Apakah Partai Golkar misalnya ? Atau milik kepentingan semua Partai Politik ?” tanya Ketua Majelis Hakim John Halasan Butar-Butan kepada kedua saksi yang dihadirkan dalam persidangan, Kamis (23/3/2017).

Saksi Taufik Effendi, mantan Anggota DPR RI yang jug pernah menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan & RB) tersebut dalam persidangan mengaku bahwa dirinya selama ini sama sekali tidak pernah mendengar terkait dengan penyataan bahwa proyek E-KTP tersebut menguntungkan partai politik tertentu.

“Yang Mulia, saya sama sekali belum pernah mendengar bahwa proyek e-KTP tersebut diduga menguntungkan Partai Politik tertentu, misalnya Partai Golkar, seperti yang tadi sempat disebut-sebut oleh Pak Hakim,” kata Taufik Effendi saat bersaksi dalam persidangan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Saat ditanya Ketua Majelis Hakim, saksi Teguh Juwarno juga mengatakan “Saya kira proyek e-KTP tersebut bukanlah merupakan proyek yang menguntungkan Partai Politik tertentu, misalnya Partai Golkar, maksud saya proyek tersebut merupakan kesimpulan dari hasil pembahasan bersama dari semua Partai Politik yang ada di Komisi II DPR RI Pak Hakim,” jelasnya saat bersaksi dalam persidangan.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Eko Sulestyono

Komentar