Salwa Shaqilla, Juara 1 Lomba Puisi di Ajang FL2SN Lamsel

68

SELASA, 21 MARET 2017

LAMPUNG — Siswa kelas 5 SDN 3 Pasuruan, Penengahan, Lampung Selatan, Salwa Shaqilla (10), meraih juara I dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN) bidang lomba cipta dan baca puisi tingkat kecamatan. Dalam lomba itu, Salwa membawakan puisi ciptaannya berjudul ‘Ibu’, yang dideklamasikannya di luar kepala dan penuh penjiwaan. Ia pun kini tengah bersiap menghadapi lomba selanjutnya di tingkat kabupaten dan provinsi.

Salwa Shaqilla saat membawakan puisinya di hadapan teman-teman sekelasnya.

Saat ditemui di sekolahnya, Selasa (21/3/2017), Salwa mengatakan, puisinya itu terdiri dari 10 bait dan menggambarkan kecintaan seorang anak kepada sang ibu yang telah melahirkannya, merawatnya sejak bayi dan mengurusnya hingga menjadi seorang pelajar. Harapan dan doa serta keinginan sang anak untuk membahagiakan sang ibu, akan diganti dengan pengabdian seorang anak yang dirasa tak akan cukup terbayar, hingga sang ibu tutup usia. “Sebelumnya, saya sudah berlatih dengan guru pembimbing. Guru mengajari saya bagaimana cara menjiwai, menghapal teks serta hal-hal lain yang akan menjadi penilaian saat lomba cipta dan baca puisi. Dan, saat tampil, saya senang bisa menang juara pertama,” ungkap Salwa.

Meski telah meraih piagam penghargaan dan trophy dalam berbagai even lomba baca puisi, baik yang diselenggarakan oleh sekolah dan umum, Salwa mengaku tidak lantas berpuas diri. Melainkan, terus giat melatih kemampuan dan menyempurnakan penjiwaan, intonasi, mimik dan gerak tubuh, untuk menghadapi lomba tingkat berikutnya, yaitu tingkat kabupaten, dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Provinsi.

Saat membawakan puisi berjudul ‘Ibu’ di hadapan teman-temannya kelas 5, Salwa mampu membawa suasana penuh penghayatan bagi teman-temannya. Suasana menjadi tenang, saat Salwa membawakan puisinya dengan penuh penjiwaan, bahkan juga dengan bersujud, menggambarkan ekspresi bakti yang tak terhingga kepada sang ibu. Beberapa siswa yang terhanyut nyaris menitikkan air mata dan setelah keseluruhan bait puisi berjudul ‘Ibu’ selesai dibawakan, tepuk tangan meriah menyambutnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 3 Pasuruan, Herianto, mengatakan, prestasi Salwa yang membanggakan itu tak lepas dari peran para guru dan pendamping. Menurutnya, jauh sebelum lomba digelar, pendamping yang berkolaborasi dengan guru berperan dalam pemilihan tema, dan siswa diberi kebebasan menentukan judul puisi sesuai dengan minatnya.

Herianto (paling kiri) dan Salwa Shaqilla (kedua dari kanan)

Siswa kemudian dilatih tentang cara memahami isi puisi yang akan diciptakan dan dideklamasikan. Pelatihan dilakukan usai pulang sekolah atau di luar jam belajar, meliputi vokal dan artikulasi, intonasi, karakter suara, kekuatan suara dan tempo. “Butuh waktu hampir satu bulan untuk memadukan dan menyiapkan segala sesuatu untuk bidang seni cipta dan baca puisi tersebut, hingga menyiapkan penampilan berupa ekspresi dan mimik, kerapian dan saat memasuki pentas,” katanya.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar