Sebanyak 410 Ribu Rokok Bodong Dimusnahkan Kejari Klaten

0
17

SENIN 20 MARET 2017

SOLO — Kejaksaan Negeri Klaten, Jawa Tengah, memusnahkan ratusan ribu batang rokok illegal.  Pemusnahan dilakukan setelah ada keputusan Pengadilan Negeri Klaten, yang menetapkan Didit Pranoto bersalah karena menjalankan usaha pembuatan rokok tanpa ijin.

Petugas Kejaksaan Negeri Klaten memusnahkan ratusan ribu batang rokok illegal.

Kepala Kejaksaan Negeri Klaten, Zuhandi mengatakan, pemusnahan barang bukti atas perkara pabrik rokok illegal yang dilakukan Didik Pranoto sebagai terdakwa telah diputuskan bersalah. “Terdakwa telah diputuskan dihukum penjara selama dua tahun dan denda sebanyak Rp650 juta. Pemusnahan barang bukti ini merupakan tindak lanjut dari putusan kasus tersebut,” ucap Zuhandi kepada awak media, Senin (20/3/2017).

Dikatakan lebih lanjut, apabila terdakwa tidak bisa membayar denda senilai Rp 650 juta itu, hukuman yang bersangkutan ditambah 4 bulan kurungan. Selain memusnahkan ratusan ribu batang rokok kretek bodong, Kejaksaan juga memusnahkan sejumlah barang bukti lain. Di antara yang dimusnahkan, 2 kantong tembakau iris, 4 dus Vapir, 12 dus rokok filter, 1 dus lem. “Kita juga merampas barang bukti untuk negara, berupa peralatan pabrik,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang dirampas negara untuk dilelang berupa, satu unit mesin pembuat rokok, satu unit Genset, satu unit kompresor, satu unit mesin blower, satu unit mesin pompa penyemprot cairan dan 26 drum kosong. “Semuanya dilelang untuk membayar denda terdakwa. Adapun satu unit mobil Grand Max Napol H 9128 PF, akan dikembalikan kepada yang berhak sesuai dengan nama yang tertera dalam STNK dan atau BPKB,” imbuh Zuhandi.

Kasus pembuatan rokok illegal yang melibatkan Didik Pranoto tersebut telah diputuskan di Pengadilan Negeri Klaten, pada 30 Januari 2017 lalu. Terdakwa terbukti sah dan bersalah karena memproduksi rokok tanpa memiliki izin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC).

 “Jadi terdakwa telah dinyatakan bersalah karena tanpa memiliki izin menjalankan kegiatan pabrik barang kena cukai dengan maksud mengelakkan pembayaran cukai yang dilakukan secara berlanjut,” terang dia.

Ditambahkan Zuhandi, terdakwa tertangkap tangan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, Tipte Madya Pabean B Surakarta, pada 27 Maret 2016 lalu, di Desa Tarubasan, Karanganom, Klaten.  

Kepala Kejaksaan Negeri Klaten, Zuhandi.

Jurnalis: Harun Alrosid/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Harun Alrosid

Komentar