Serunya Liburan Akhir Pekan di Taman Wisata Tonjeng Beru

181

MINGGU, 26 MARET 2017

LOMBOK TENGAH — Keberadaan bendungan, waduk maupun embung, terutama embung besar, kalau bisa dikelola secara kreatif sebenarnya bisa menjadi areal taman hiburan dan rekreasi bagi masyarakat, termasuk juga bisa mendatangkan kemanfaatan dari sisi ekonomi.

Taman Wisata Tonjeng Beru Bendungan Batujai

Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah, misalnya, oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, selain dimanfaatkan untuk menampung air memenuhi kebutuhan irigasi pertanian dan memelihara ikan bagi masyarakat, juga dikembangkan sebagai obyek wisata.

Bendungan Batujai belakangan juga didesain menjadi areal taman bermain bagi masyarakat sekitar, baik di dekat bendungan, maupun bagian utara bendungan yang dari sisi lokasi memang cukup strategis, karena berdekatan dengan Kota Praya, sebagai ibukota Kabupaten Lombok Tengah. Dengan areal taman yang luas dan desain taman yang menarik serta berhadapan langsung dengan pinggiran waduk atau bendungan, menjadikan Taman Wisata Tonjeng Beru Bendungan Batujai memiliki keindahan dan daya tarik tersendiri.

Dari dalam taman, pengunjung bisa melihat secara langsung aktivitas penangkapan ikan nila maupun mujaher yang dilakukan oleh warga menggunakan jala, pencar maupun alat penangkap ikan tradisional lainnya menggunakan perahu kecil. Tak heran, jika Taman Wisata Tonjeng Beru  selalu ramai dikunjungi, baik setiap libur akhir pekan maupun setiap sore, khususnya warga sekitar sebagai tempat tongkrongan menikmati sunset sambil selfie.

Selain itu, bagi warga yang senang dan ingin berolahraga, pihak pengelola juga menyediakan areal tempat berolahraga, di kelilingi rerumputan hijau dan pepohonan rindang. “Asyik desain tamannya, selain dekat dari kota, suasana alamnya juga masih bisa kita nikmati dan rasakan, karena dikelilingi areal persawahan,” kata Atun, warga Kelurahan Mispalah Praya, Lombok Tengah, kepada Cendana News, Minggu (27/3/2017).

Atun bersama teman-temannya, dalam seminggu bisa dua-tiga kali masuk taman, jalan-jalan sambil olahraga dan menikmati aneka cemilan yang dijual di sekitar taman.

Pengakuan sama juga diungkapkan Dedi, karyawan salah satu perusahaan swasta asal Kelurahan Darul Palah, Kota Praya. Ia menuturkan, dulu sebelum Taman Tonjeng Beru Bendungan Batujai, ada, ia biasanya sering nongkrong di Taman Alun-alun Tastura, Kota Praya. Namun, sejak Taman Bendungan Batujai dibuka, ia bersama teman-temannya jarang nongkrong di Taman Alun-alun Tastura, terutama setiap sore libur akhir pekan dan kerap nongkrong di Taman Tonjeng Beru Bendungan Batujai. “Selain indah dan masih alami, juga banyak lebihnya, ada fasilitas olahraga, bisa langsung menikmati tenggelamnya matahari di ufuk barat, termasuk tidak bising,” katanya.

Berbeda dengan Dani, warga Kelurahan Leneng, yang justru biasa menghabiskan libur akhir pekan di sekitar Taman Tonjeng Beru Bendungan Batujai dengan memancing ikan bersama teman sesama hobi memancing. Untuk hari Sabtu maupun Minggu, ia bahkan datang memancing ke pinggiran bendungan sekitar taman sejak pagi hingga sore hari. “Bagi saya, yang namanya hobi, sedikit atau banyak dapat mancing, tidak jadi persoalan, yang terpenting hobi bisa tersalurkan, masalah berapa dapat urusan belakang,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengelola Taman Tonjeng Beru Bendungan Batujai, Eful, mengatakan, sejak taman dibuka satu tahun terakhir, antusiasme warga melakukan kunjungan memang cukup besar, baik pada libur akhir pekan maupun hari biasa. Keberadaan taman yang masih baru dengan desain serta suguhan pemandangan sekitar taman yang masih alami, menjadi alasan sebagian warga memilih Taman Tonjeng Beru Bendungan Batujai sebagai tempat tempat tongkrongan maupun liburan ahir pekan. “Untuk tiket masuk sendiri, setiap warga maupun wisatawan yang datang dan ingin menikmati keindahan taman hanya dikenakan tarif Rp2.000, sudah termasuk uang parkir,” pungkas Eful.

Jurnalis: Turmuzi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Turmuzi

Komentar