Suprayugo, Perawat adalah Pekerjaan yang Paling Mulia

79

JUMAT, 17 MARET 2017
CIAMIS — Perawat. Pekerjaan ini sudah banyak dilupakan muda-mudi hari ini. Keinginan menolong sesama sudah semakin tipis di kalangan anak muda.

Suprayugo sedang merawat pasien.

Tapi, tidak bagi Suprayugo. Laki-laki muda yang lahir dari keluarga pas-pasan ini ingin mendedikasikan dirinya menolong orang. Terutama yang sedang terbaring sakit. 

“Bagi saya perawat itu adalah pekerjaan yang mulia. Dibutuhkan mental baja. Karena dalam kesehariannya ketemu dengan orang-orang sakit yang tingkat emosionalnya tidak stabil,” ujar Suprayugo, Jumat (17/3/2017), usai memeriksa seorang pasien yang sedang terbaring.

“Selain itu harus bisa bekerja sama. Karena dalam tugasnya harus bekerja sama dengan tenaga medis lain,” tambahnya.


Walau sedikit menyita waktu, menurut Suprayugo, sebagai perawat harus ikhlas. “Harus menjaga citra diri, penampilan dan harus tersenyum,” katanya.


Suprayugo pun merasa senang menjadi seorang perawat, walau dirinya hanya seorang perawat honorer di Puskesmas Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

“Senang bisa mengobati orang adalah hal istimewa dan kebanggaan tersendiri di dalam hati, karena dapat memberikan peningkatan kualitas hidup seseorang yang dari tidak mampu menjadi mampu,” tutur lulusan D3 Keperawatan Tasikmalaya tersebut.

Suprayugo berharap di HUT PPNI 2017 ini agar pemerintah dapat memperhatikan nasib dan kesejahteraan para perawat, seperti dirinya. Pasalnya, selama ini, dia bekerja di Puskesmas Pamarican sejak 2011 lalu, belum mendapatkan perhatian serius dan upah yang layak dari pemerintah. 

Jurnalis: Baehaki Efendi / Editor: Satmoko / Foto: Baehaki Efendi

Komentar