Taman Rekreasi Famurha Kembangkan Sayap bersama Tabur Puja

30

RABU, 29 MARET 2017
PADANG —  Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Taman Rekreasi Famurha yang berada di Bukit Lampu kilometer 13 RT 04 RW 08, Kelurahan Gates Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), merupakan tempat yang menghadirkan keindahan laut Teluk Bayur. Menikmati keindahan laut ketinggian Bukit Lampu, Taman Rekreasi Famurha, adalah tempat yang cocok untuk keluarga.

Helwitmen dan suasana kafe miliknya.

Namun, mengingat Taman Rekreasi Famurha berada di kawasan Bukit Lampu, bukan berarti Taman Rekreasi Famurha adalah tempat yang dipandang miring. Anggapan miring itu, hanya bagi orang yang tidak tahu, akan tetapi kenyataannya Taman Rekreasi Famurha milik Helwitmen itu, merupakan tempat yang mendapat izin usaha dari Pemerintah Kota Padang. Artinya, Taman Rekreasi Famurha merupakan tempat yang tepat untuk keluarga menghabiskan waktu liburan.

“Tujuh tahun sudah saya membuka usaha taman rekreasi ini. Awalnya tempat ini benar-benar dalam kondisi semak belukar. Saya pun mencoba membersihkan tanah seluas 90×60 meter itu dan mendirikan sebuah kafe serta area rekreasi. Ketika itu, alhamdulillah lumayan ramai yang datang,” katanya, Rabu (29/3/2017).

Seiring waktu berlalu, usaha taman rekreasi milik Helwitmen pun terus tumbuh. Melihat ramainya pengunjung yang datang untuk menikmati pemandangan laut Teluk Bayur, Helwitmen mulai merasa membutuhkan dana untuk membuat usahanya lebih berkembang lagi. Tahun 2014 merupakan tahun awal adanya Tabur Puja di Gates Nan XX, ia bersama istri mengajukan permohonan pinjaman modal usaha ke Tabur Puja di Posdaya Sejahtera.

Dengan modal usaha taman rekreasi, permohonan modal usaha yang diajukan oleh Helwitmen ke Tabur Puja akhirnya dipenuhi. Pinjaman modal usaha yang didapat, yakni Rp2 juta. Modal usaha Rp2 juta memang bukan jumlah cukup untuk mengembangkan sebuah usaha taman rekreasi. Namun, Helwitmen memiliki strategi lain untuk menggunakan pinjaman modal usaha itu.

“Dua juta rupiah itu, saya gunakan untuk belikan menambah minuman dan peralatan kebutuhan masakan. Karena, pengunjung yang datang ke taman rekreasi milik saya ini tidak hanya menikmati keindahan, tapi juga bisa memesan minuman dan makanan. Jadi, sambil menikmati pemandangan, juga ditemani dengan sajian makanan,” ujar pria yang akrab disapa Wen itu.

Ia menyebutkan, melihat usahanya yang terus tumbuh dengan baik, ia pun melakukan pembayaran kredit lebih cepat dari waktu yang ditentukan oleh Tabur Puja. Langkah yang dilakukan oleh Wen ini, mendapatkan kepercayaan yang besar dari Tabur Puja sehingga permohonan penambahan pinjaman disetujui hingga Rp5 juta.

Kepercayaan yang diberikan oleh Tabur Puja terhadap Wen, membuat ia bersemangat dalam menjalankan usaha taman rekreasi. Buktinya, hingga kini di atas luas tanah 90×60 meter telah ada sekira 40 unit titik tempat duduk menikmati pemandangan laut Telut Bayur.

“Jika dikabulkan, saya ingin meminjam modal usaha dengan jumlah Rp10 juta, yang rencananya saya gunakan untuk membuat taman rekreasi anak-anak. Karena sebelumnya pihak Pemko Padang telah mengusulkan agar ada taman rekreasi anak-anak, karena tempat ini dinilai cocok oleh pemerintah untuk tempat keluarga,” tegasnya.

Usaha taman rekreasi yang dijalani oleh Wen ini, mampu meraih omzet Rp1,5 juta per hari pada hari biasa. Ozmet akan menigkat ketika tiba masa libur dan akhir pekan, yang bisa memperoleh lebih dari Rp2 juta per hari. “Saya benar-benar berterima kasih dan terbantu dengan adanya Tabur Puja ini,” kata Wen.

Sementara itu, Ketua Posdaya Sejahtera, Latifah, mengatakan, nasabahnya yang membuka usaha taman rekreasi itu merupakan nasabah yang baik, selain jujur juga membayar kredit lebih cepat dari waktu yang ditentukan.

“Wen merupakan nasabah yang memang mendapatkan penilaian bagus. Bahkan, saya juga meminta rekomendasi dari beliau, apabila ada warga yang ingin mengajukan pinjaman modal usaha yang berada di sekitar tempatnya atau dikenal oleh Wen. Jika menurut Wen oke, maka akan dicairkan, tapi jika tidak, maka kami tidak akan mencairkan,” tegasnya.

Latifah juga menyatakan, usaha lain yang berada di sekitar lokasi Bukit Lampu itu, juga pernah mengajukan peminjaman modal usaha. Namun, dari Tabur Puja menolak, karena ada indikasi usaha yang diajukannya itu tidak memiliki izin atau usaha yang sering dianggap sebagai usaha miring.

Tempat duduk menikmati keindahan pemandangan laut Teluk Bayur yang disediakan Taman Rekreasi Famurha.

“Kami tidak akan menerima bentuk usaha miring, seperti yang diduga ada di kawasan Bukit Lampu itu,” tutupnya.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Muhammad Noli Hendra


Komentar