TBC Bisa Disembuhkan Jika Penderita Berobat Rutin

63

JUMAT, 24 MARET 2017

CIAMIS — Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang ditimbulkan karena adanya infeksi akut atau kronis yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberkulosis. Terkhusus di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, angka kasus TB ternyata masih tergolong tinggi.

Asep Setiawan (kiri) dan Suprayugo, dua perawat saat menunjukkan data penderita TBC di Puskesmas Pamarican.

Berdasarkan data yang diperoleh dari UPTD Puskesmas Pamarican, menyebutkan, angka penderita TB paru-paru pada 2017 Maret ini, sebanyak 12 kasus. Ini adalah data kasus yang diobati di Puskesmas Pamarican. Belum terhitung penderita yang belum menjalani pengobatan rutin di Puskesmas. Itu artinya, angka ini masih bisa bertambah.

Salah seorang perawat di Puskesmas Pamarican, Asep Setiawan, S.Kep., Ners, Jumat (24/3/2017), mengatakan, pihaknya belum bisa membeberkan data kasus TB tahun ini, karena datanya masih bisa bertambah dan berubah.

“Kasus TB yang ada di wilayah binaan Puskesmas Pamarican ini, sebenarnya masih banyak kasus tapi enggan melaporkan diri,” ungkap Asep.

Maklum, penyakit satu ini masih dianggap sebagai aib sehingga pihak keluarga tak jarang memilih menyembunyikan kasus TB.

Padahal, jika penderita melakukan pengobatan secara rutin dalam jangka tertentu. misalnya berobat enam bulan berutut-turut, penderita bisa disembuhkan.

 “Penyakit TB bisa disembuhkan jika memang penderita berobat secara rutin. Jika penderita aktif berobat bisa disembuhkan, karena sudah ada beberapa orang yang disembuhkan,” tegas Asep.

Lanjut Asep, ada beberapa jenis TB, yakni TB paru positif dan TB ekstra paru. Untuk TB paru positif terdiri dua jenis, yakni TB paru BTA positif paru dan BTA negatif rontgen positif. Kemudian TB ekstra paru di luar paru-paru, seperti kelenjar linfe.

Diakui Asep, TB menular melalui pernapasan atau mulut pada saat berbicara. Virus itu, kata Asep, dapat menular ke tubuh manusia bagi orang yang fisiknya lemah. Apalagi virusnya dapat bertahan sampai dengan beberapa hari jika berada di ruangan yang lembab.

“Ini bisa dibayangkan penderita penyakit TB itu pada saat batuk dapat mengeluarkan kuman sampai dengan 3000 kuman. Sedangkan pada saat bersin mampu mengeluarkan kuman sampai dengan satu juta,” paparnya. Maka untuk menghindari penularan, penderita dianjurkan saat batuk atau bersin menutup mulut, supaya tidak berpindah ke orang lain.

“Karena virus itu tidak akan bertahan jika sudah bersentuhan dengan benda,” pungkasnya.

Jurnalis: Baehaki Efendi / Editor: Satmoko / Foto: Baehaki Efendi

Komentar