Tedjowati, Lebih 20 Tahun Tekuni Profesi Perawat

0
21

KAMIS, 17 MARET 2017

BALIKPAPAN — Tantangan bekerja tak mengenal waktu melayani dan membantu masyarakat dalam pelayanan kesehatan menjadikan Tedjowati bangga memiliki profesi sebagai perawat. Sejak lulus sekolah keperawatan tahun 1989, Tedjo biasa disapa mulai bekerja sebagai perawat sebuah rumah sakit swasta di Balikpapan selama tiga bulan. Kemudian melanjutkan ke perusahaan swasta selama satu tahun. Dan akhirnya memutuskan untuk mengabdikan diri kepada negara sebagai perawat puskesmas milik pemerintah. 

Tedjowati, Seorang Perawat di Puskesmas Gunung Balikpapan kota Balikpapan.

Pada 1992 Tedjo mulai bertugas sebagai perawat pada Puskesmas Kerang, Kabupaten Paser. Selanjutnya dia bertugas di Kabupaten Penajam Paser Utara. Tiga tahun kemudian dia bertugas di puskesmas Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan Kota Balikpapan hingga kini.

“Suka-dukanya menjadi perawat itu banyak. Saya melayani masyarakat sepenuh hati. Kalau pasien sudah sembuh dan menerima saran kita,” kata kelahiran Magelang, Jawa Tengah saat ditemui Jumat, (17/3/2017).

Meski bekerja harus lebih ekstra, namun dia tak mau mengeluh karena ini sebuah profesi yang disukai. “Memilih profesi tentunya ada tantangannya, justru dengan bekerja melebihi jam kerja menjadi hal  biasa harus dihadapi. Justru ini hal yang menyenangkan,” ucapnya.

Menurutnya, menjadi perawat di pedesaan dengan kota ada perbedaannya. “Kalau di kota pasien yang dihadapi berbeda, sehingga kita juga harus menghadapi dengan hati lapang, mengupdate ilmu kita dan ikuti perkembangan agar kita juga bisa melayani dengan baik,” ulas Juara Pertama Perawat Teladan 2016 Kota Balikpapan.

Tedjo mengatakan menjadi perawat banyak hal yang harus dilakukan khususnya menghilangkan pikiran masyarakat bahwa perawat itu tidak ramah. Namun, yang terpenting baginya memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien atau masyarakat adalah upaya yang terus dilakukannya.

“Sekarang tantangannya harus hilangkan citra perawat itu jutek. Pokoknya kita kerja dengan sepenuh hati dan berusaha memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tandas aktivis Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) di Balikpapan ini.

Selain bekerja sebagai perawat di Puskesmas Gunung Bahagia, pihaknya juga aktif pada kegiatan lainnya dengan membantu di Palang Merah Indonesia, dan Public Safety Center (PSC) di Dinas Kesehatan Kota Balikpapan.

Jurnalis: Ferry Cahyanti/Editor: Irvan Sjafari/Foto: Ferry Cahyanti

Komentar