Teguh Juwarno dan Taufik Effendi Bantah Terima Aliran Dana e-KTP

82

KAMIS, 23 MARET 2017

JAKARTA — Persidangan putaran ketiga terkait kasus perkara dugaan “penggelembungan anggaran” dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk yang berbasis elektronik atau e-KTP dilaksanakan di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (23/3/2017)

Teguh Juwarno dan Taufik Effendi (duduk di kursi ) sedang bersaksi dalam persidangan e-KTP

Dua orang saksi yang dihadirkan  kembali digelar Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan keterangan terkait aliran dana dari megaproyek e-KTP tersebut.

Dua orang saksi, masing-masing Teguh Juwarno dan Taufiq Effendi. Keduanya adalah mantan Wakil Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia pada saat proyek E-KTP sedang berlangsung.

Persidangan putaran ketiga kasus E-KTP tersebut dipimpin langsung oleh John Halasan Butar-Butar yang tak lain adalah Ketua Majelis Hakim didampingi empat orang Anggota Mejelis Hakim lainnya. Teguh Juwarno dan Taufik Effendi dalam kesaksiannya sama-sama kompak membantah tuduhan bahwa dirinya pernah menerima aliran dana dari proyek E-KTP tersebut.

Ketua Majelis Hakim, John Halasan Butar-Butar sempat bertanya kepada kedua saksi dalam persidangan “apakah selama ini kedua saksi yang dihadirkan dalam persidangan pernah menerima sejumlah uang terkait E-KTP dan apakah saksi yakin dengan jawaban anda ?

Teguh Juwarno dan Taufik Effensi lantas menjawab singkat bahwa mereka tidak pernah menerima dana.

“Yakin, tidak pernah dan tidak tahu-menahu terkait dengan e-KTP Pak Hakim” kata keduanya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Dalam surat dakwaan sebelumnya yang dibacakan JPU dari KPK, saksi Teguh Juwarno diduga menerima aliran dana dari proyek e-KTP senilai 167.000 Dolar Amerika (USD). Sedangkan saksi Taufik Effendy diduga menerima sejumlah yang senilai 103.000 USD.

Jurnalis : Eko Sulestyono / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Eko Sulestyono

Komentar