Tekan DBD, 1000 Perawat Lakukan Sterilisasi Jentik di Ngaliyan

32

JUMAT, 17 MARET 2017
SEMARANG — Banyaknya masyarakat yang terjangkiti penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Semarang yang tahun ini mencapai 1.729 kasus, menjadi keprihatinan tersendiri bagi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Karena itu, di hari Perawat Nasional yang jatuh pada 17 Maret 2017 mereka melakukan sterilisasi jentik nyamuk kepada 2034 kepala keluarga di Kecamatan Ngaliyan.

Peringatan apel siaga 1000 perawat di Ngaliyan.

Saat ditemui Cendana News, Jumat (17/3/2017), Ketua Umum PPNI Kota Semarang, Junait Sarwan, mengatakan, saat ini DBD sudah menjadi perhatian dari Pemkot karena Kota Semarang menjadi salah satu daerah dengan kasus terbanyak. Oleh karena itu, diharapkan 1000 perawat yang mengikuti apel siaga tersebut setelah pulang ke daerahnya masing-masing bisa menggerakkan masyarakat sekitar untuk menjaga lingkungannya.

“Apel Siaga ini diikuti oleh 12 institusi keperawatan di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga dan Kendal,” terang Junait.

Lebih lanjut dirinya juga menambahkan, bahwa kegiatan ini juga untuk mendekatkan kembali fungsi perawat karena sebagian orang masih menganggap profesi perawat hanya saat mereka bekerja di rumah sakit, klinik dan Puskesmas. Karena itulah, PPNI Kota Semarang terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan kegiatan promotif dan preventif terhadap perkembangbiakan jentik nyamuk DBD.

Selain pemberantasan jentik nyamuk DBD, PPNI Kota Semarang juga melakukan rangkaian kegiatan lain, di antaranya periksa gratis gula darah dan penyuluhan.

Sementara itu, Sekretaris PPNI Kota Semarang, Muhamad Hasib Ardani, menyinggung tentang kondisi para perawat yang sudah bekerja selama puluhan tahun tetapi perekonomiannya masih belum sejahtera. Karena itu, PPNI meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan nasib teman-teman mereka yang saat ini sedang memperjuangkan nasibnya di DPR.

Salah satu tuntutan yang dibawa adalah revisi UU ASN tentang pembatasan usia kerja, karena di Kota Semarang, ada 400 orang perawat honorer yang sebagian dari mereka sudah bekerja puluhan tahun tetapi masih belum juga diangkat menjadi PNS. Bahkan, ironisnya, status mereka masih honorer saat usia mereka sudah melewati ketentuan menjadi Aparatur Sipil Negara. PPNI Jateng sendiri memberangkatkan 5000 orang kadernya ke Jakarta.

“Karena PPNI adalah anggota profesi mempunyai peran penting, salah satu tujuannya agar dicintai para anggotanya,” jelasnya.

Ketua Umum PPNI Kota Semarang, Junait Sarwan.

Senada dengan Junait, dosen proker Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro tersebut juga mengajak 31 komisariat yang bernaung di bawah DPP PPNI Kota Semarang untuk bersama masyarakat melakukan pengabdian langsung ke masyarakat. Karena saat ini Pemkot sudah memfasilitasi profesi perawat yang membutuhkan ijin kerja dengan membuat sistem informasi tenaga kerja secara online. Jadi, masalah administrasi sudah bisa terselesaikan dalam waktu singkat dan perawat bisa fokus ke masyarakat.

Jurnalis: Khusnul Imanuddin / Editor: Satmoko / Foto: Khusnul Imanuddin

Komentar