Tuak Manis Lombok, Pelepas Dahaga yang Berkhasiat

110

SABTU, 25 MARET 2017

LOMBOK — Mendengar kata tuak, mungkin yang terbayang dalam benak adalah minuman keras (miras) memabukkan. Tapi, Tuaq Manis Lombok bukan minuman memabukkan, melainkan minuman tradisional yang berasal dari Pohon Enao  atau Aren, yang disadap melalui tandan buah aren menggunakan bambu.

Supardi saat membeli tuak manis Lombok di kawasan Pusuk hutan Pusuk Lestari, Lombok

Di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, tuak manis termasuk minuman tradisional yang banyak disukai warga masyarakat maupun wisatawan, terutama di siang hari, sebagai minuman pelepas dahaga. Tuak manis banyak terdapat di kawasan hutan Pusuk Lestari, Desa Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, dan termasuk minuman tradisional yang selalu ada setiap saat.

Mahasiswa salah satu Perguruan Tinggi di Mataram asal Desa Kabar, Kabupaten Lombok Timur, Supardi, mengaku paling suka minum tuak manis. Apalagi, saat musim panas. Rasanya yang manis dan segar membuatnya sangat menyukai tuak manis sebagai minuman pelepas dahaga. “Kalau saya paling suka minum tuak manis itu saat musim kemarau, rasanya segar dan nikmat, apalagi yang sudah di kulkas, bisa habis satu botol besar saya” katanya, Kepada Cendana News, Sabtu (25/3/2017).

Supardi juga mengaku, hampir setiap ada kesempatan selalu datang membeli dan menikmati tuak manis di kawasan hutan Pusuk Lestari, sambil jalan-jalan menikmati pemandangan alam sekitar.

Berbeda dengan Hamidi, warga Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, mengaku suka minum tuak manis, karena selain rasanya yang segar, juga karena tuak manis itu dipercaya bisa menyembuhkan sejumlah penyakit, salah satunya kencing manis. “Bisa menyembuhkan penyakit kencing manis, di kampung ada tetangga menderita kencing manis, oleh dokter disuruh amalkan minum tuak manis sebagai obat,” kata Hamidi.

Selain bisa menyembuhkan penyakit kencing manis, tuak manis juga bisa melancarkan buang air kecil, dan menyembuhkan penyakit jantung. Sementara, penjual tuak manis di kawasan hutan Pusuk Lestari, Sahmad,  mengatakan, selain warga, tuak manis juga banyak disukai wisatawan yang hendak berlibur ke tiga Gili, yaitu Gili Terawangan, Gili Air dan Gili Meno, Lombok Utara.

Mengingat kawasan hutan Pusuk Lestari merupakan jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Lombok Barat dan Utara, dan biasa dilewati wisatawan dari Kota Mataram menuju Lombok Utara. “Kawasan Pusuk (Puncak) hutan Lestari juga biasa juga dijadikan sebagai tempat persinggahan bagi wisatawan untuk menikmati keindahan pemandangan alam sekitar sambil memberikan puluhan monyet makanan dan buah-buahan,” katanya.

Menurut Sahmad, harga tuak manis bervariatif. Satu botol ukuran tanggung, harganya Rp5.000, sementara untuk botol besar harganya Rp10.000.

Jurnalis: Turmuzi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Turmuzi

Komentar