Urai Kemacetan, Jalan Negara di Bekas Pasar Geliting Segera Diperbaiki

81

SENIN, 27 MARET 2017

MAUMERE —  Meminimalisir kemacetan yang sering terjadi selama puluhan tahun di jalan negara trans Floress jalur Maumere-Larantuka, tepatnya di bekas pasar Geliting yang hingga kini masih digunakan pedagang untuk berjualan, bahkan memakai badang jalan, Pemerintah Pusat melalui Dirjen Bina Marga segera membangun trotoar dan drainase di jalur tersebut.

Ruas jalan negara trans Flores di pasar Geliting yang selalu menimbulkan kemacetan

Ketua PPK Satker 64 Bali Nusa Tenggara Dirjen Bina Marga, Dirmala menyebutkan, drainase dan trotoar akan dibangun di kedua sisi badan jalan. Pengerjaannya akan dilakukan pada malam hari agar tidak menganggu arus lalu lintas. Pembiayaan proyek ini bersumber dari dana pusat melalui paket rekonstruksi sepanjang tiga kilometer.

“Kami sudah menyurati Pemda Sikka terkait pengerjaannya, agar Satpol PP yang selalu berjaga di areal ini, juga bisa membantu menjaga keamanan saat proses pengerjaan berlangsung,” sebut Dirmala di ruang kerjanya kepada Cendana News, Senin (27/3/2017).

Dirmala, Ketua PPK Satker 64 Bali Nusa Tenggara Dirjen Bina Marga

Dirmala menambahkan, pihaknya sudah mengecek lokasi dan tidak ada bangunan kios di kedua sisi jalan yang harus dibongkar hanya saja pembangunan trotoarnya persis berada sekitar satu sampai dua meter dari pintu masuk kios dan toko yang ada di sepanjang jalan ini.

“Lebar jalan yang akan dikerjakan sekitar  sampai tujuh meter sementara trotoarnya 1,5 meter dan pembongkarannya akan menggunakan alat berat sehingga pasti akan menimbulkan kemacetan bila dikerjakan siang hari,” ungkapnya.

Sedangkan bekas los pasar Geliting yang saat ini sudah digusur jelas Dirmala, akan dibangun areal parkiran umum. Hal ini ditujukan agar tidak ada lagi kendaraan yang parkir di sepanjang jalan negara.

Sementara itu, Sekertaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, SH kepada Cendana News mengatakan, pihaknya akan membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lokasi yang akan dibangun dengan selalu menempatkan petugas yang berjaga.

“Bila dibutuhkan saat pengerjaan di malam hari pun kamia akan mengawal pengerjaan pembongkarannya,” sebutnya.

Dikatakan Yosef, kemacetan di jalan bekas pasar Geliting sangat memprihatinkan dimana para pedagang masih berjualan di pinggir jalan negara, khususnya para petani dari desa-desa yang sekalian menjual hasil bumi di toko yang ada di daerah tersebut.

Jurnalis : Ebed de Rosary / Redaktur : ME. Bijo Dirajo / Foto : Ebed de Rosary

Komentar