Usaha Tahu Brontak di Paninjauan Ditaburi Rezeki

215

KAMIS, 23 MARET 2017

PADANG — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Usia ibu Fitmawati memang sudah tidak muda lagi. Menginjak usia 47 tahun, beliau masih terlihat segar dan bersemangat dalam mencari nafkah melalui usaha tahu brontak dan pisang molen.

Fitmawati bahagia dengan usaha yang dijalani berkat pinjaman dana dari Tabur Puja.

Fitmawati yang ditemui di tempat pondok gorengannya yang berada di Jorong Paninjauan, X Koto, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), terlihat sangat sibuk. Sibuk menggoreng dan sibuk melayani pembeli.

Aktivitas tersebut, diakui Fitmawati, sudah dijalani selama 8 tahun. Sebelum menjual tahu brontak dan pisang molen, Fitmawati juga telah berjualan di Pekanbaru, Riau, selama 6 tahun. Rindu akan kampung halaman di Paninjauan, ia pun memilih kembali ke Solok dan tetap menjalankan usaha tahu brontak serta pisang molen.

Di awal usaha tahu brontak dan pisang molen milik Fitmawati selepas pulang dari Pekanbaru, memang tidak seberuntung di rantau. Karena keberadaan usahanya itu, pada awalnya tidak begitu banyak pembeli, apalagi gorengan tahu brontak itu tergolong baru dijual di Paninjauan.

Pembeli yang meramaikan tempat jualan tahu brontak milik Fitmawati di Paninjauan.

Namun, seiring waktu berjalan, pembeli pun mulai menyukai masakan tahu brontak milik Fitmawati. Melihat banyaknya pembeli, Fitmawati pun berinisiatif mengajukan pinjaman dana usaha ke Tabur Puja Posdaya X Koto Diateh. Setelah mendapat pinjaman Rp2 juta, ia kemudian membuat trase, tempat jualan tahu brontak dan membeli sejumlah peralatan kebutuhan memasak lainnya.

“Ketika mendapat pinjaman itu, saya langsung mempergunakan untuk sedikit menambah peralatan, seperti kompor gas, trase jualan, belender, dan yang lainnya,” jelasnya, Kamis (23/3/2017).

Usaha tahu brontak dan pisang molen milik Fitmawati ini didirikan berada di halaman rumah. Tepatnya berada di pinggir sawah. Suasana di sana memang sangat asri dan indah. Hal itulah yang juga menjadi salah satu daya tarik ramainya pembeli datang ke pondok jualan tahu brontak dan pisang molennya.

Fitmawati menceritakan, semenjak adanya pinjaman dari Tabur Puja, usahanya ditaburi rezeki. Buktinya, dalam satu hari, ia mampu menghabiskan 4 kg tepung dan 45 butir telur. Waktu penjualan gorengan tahu brontaknya, sudah dibuka sejak pagi hingga sore hari. Usahanya itu, omzet per hari mencapai Rp400.000  dengan harga tahu brontak dan pisang molen Rp1000 untuk satu gorengan.

Usaha tahu brontak dan pisang molen milik Fitmawati.

“Alhamdulillah, penghasilan itu cukup untuk menghidupi empat orang anak saya. Sebenarnya, saya ada enam orang anak, tapi dua sudah menikah, dan empat orang lagi tengah menjalani pendidikan. Berkat usaha ini juga, dua orang anak saya telah berhasil menamatkan pendidikan SLTA,” ujarnya.

Dalam menjalankan usahanya itu, Fitmawati hanya bekerja seorang diri dan tanpa dibantu oleh anaknya. Bagi Fitmawati, hal tersebut tak perlu dipermasalahkan, karena ia ingin anaknya fokus dalam menjalani pendidikan.

Sebelum Tim Cendana News meninggalkan pondok usaha tahu brontak dan pisang molen milik Fitmawati, ia menyatakan rasa syukur berkat kepedulian Tabur Puja terhadap masyarakat kurang mampu yang ingin membuka usaha. Kemudahan dan tidak dipersulit dalam proses peminjaman, membuat Fitmawati merasa kagum dengan Tabur Puja. Karena benar-benar berpihak kepada masyakarat kurang mampu yang ingin memperbaiki ekonomi kehidupan.

Jurnalis: Muhammad Noli Hendra / Editor: Satmoko / Foto: Istimewa

Komentar