Usai Diperiksa, Andi Narogong Langsung Ditahan KPK

0
20
JUMAT, 24 MARET 2017

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi telah menahan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Penahanan tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangannya oleh penyidik KPK di Gedung KPK Jakarta.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung KPK Jakarta, Andi Narogong tampak terlihat keluar meninggalkan Gedung KPK Jakarta dengan mengenakan rompi oranye yang merupakan ciri khas tahanan KPK. Saat ditanya wartawan, dirinya buru-buru langsung bergegas memasuki mobil tahanan milik KPK.

Andi Narogong selanjutnya langsung dibawa menuju Rumah Tahanan (Rutan) C1 milik KPK yang terletak di Gedung Lama KPK, Jalan Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Selanjutnya, Andi Narogong akan menjalani masa penahanan selama 20 hari pertama untuk kepentingan penyidikan.

Nama Andi Agustinus atau Andi Narogong sebelumnya sempat disebut-sebut oleh terdakwa Irman maupun terdakwa Sugiharto dalam sidang kasus e-KTP yang digelar di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Andi Narogong diduga memiliki peran penting dalam proses anggaran dan pengadaan proyek e-KTP.

Sebelumnya diberitakan, petugas KPK akhirnya berhasil menangkap dan mengamankan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Saat ditangkap, Andi Narogong sedang berada di rumah kediamannya yang terletak di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Kamis siang (23/3/2017).

Andi Narogong tidak melawan saat ditangkap dan diamankan oleh petugas KPK. Petugas KPK juga sempat melakukan penggeledahan untuk mencari sejumlah dokumen dan barang bukti terkait, selanjutnya pada malam harinya Andi Narogong langsung dibawa menuju Gedung KPK Jakarta.

“Setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, tersangka AA atau Andi Agustinus langsung ditahan. Sebelumnya yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perkara e-KTP dengan demikian penyidik KPK sementara telah menetapkan 3 orang sebagai tersangka dalam kasus perkara e-KTP, masing-masing adalah I (Irman), kemudian S (Sugiharto) dan terakhir AA (Andi Agustinus),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Jumat (24/3/2017).

Jurnalis: Eko Sulestyono / Editor: Satmoko / Foto: Eko Sulestyono

Komentar