Warga Tionghoa di Tegal Rayakan HUT Klenteng Tek Hai Kiong

0
21

MINGGU, 19 MARET 2017

TEGAL — Kaum Tionghoa di Kota Tegal merayakan ulang tahun Klenteng Tek Hai Kiong yang ke 180 tahun. Acara ini dimeriahkan dengan 5 tandu dewa dari Kota Tegal dan 35 tandu dewa dari luar Kota Tegal, yang memadati sepanjang Jalan Veteran, Kota Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (19/3/2017).

Kirab gotong tandu

Salah-satu panitia perayaan, Mulyono Wijaya (39), mengatakan, acara tersebut berbeda dengan acara perayaan tahunan lainnya, sehingga pihaknya mengundang banyak komunitas dari luar kota, di antaranya dari Pekalongan, Purwokerto, Bandung, Yogyakarta dan Jakarta.

Menurut Wijaya, perayaan tahun ini menjadi sangat meriah, karena merupakan perayaan Sejit Kongco Ceng Gwan Cin Kun, di mana banyak klenteng dari luar kota yang ikut hadir dengan membawa tandu masing-masing. Selain itu, Sejit Kongco kali ini juga jatuh pada bulan Go Gwee, di saat agenda klenteng banyak yang kosong, sehingga mendorong ramainya perayaan ini. “Ada pun berbagai ritual dilakukan seperti upacara kirab Gotong Toa Pe Kong, Upacara Pai Tou dengan sajian yang paling komplit seperti halnya perayaan Cap Go Meh,” jelasnya.

Acara tersebut tak hanya memikat bagi kaum Tionghoa saja, melainkan juga warga pribumi. Hendri Ajis (33) yang merupakan warga Kota Tegal dan sehari-hari berjualan, mengaku sengaja libur agar bisa melihat pertunjukan baraongsai  dan festival tandu yang datang dari berbagai  kota tersebut.

Menurut Hendri, meski acara tersebut merupakan perayaan bagi kaum Tionghoa, ia sebagai rakyat pribumi beretnis Jawa tak mempermasalahkan. Sebaliknya, ia mengatakan, jika acara itu merupakan hiburan yang menarik. “Acara ini bagus, meriah, bisa mempererat hubungan antar etnis di Kota Tegal,” katanya.

Sementara itu berkait riwayat Klenteng Tek Hay Kiong, Wijaya mengatakan, jika pada awalnya Kongco Kwee Lak Kwa mendapat misi dari Tiongkok untuk berdagang di Nusantara. Karena misinya berhadapan dengan VOC, maka terjadi pertempuran yang terkenal dengan sebutan ‘Perang Cina’, yang membuat  etnis Cina terdesak hingga ke Tegal. Kongco Kwee Lak Wa dipercaya sebagai orang sakti dan pemberani, sehingga untuk mengenang dan menghormatinya dibangun Klenteng Tek Hay Kiong.

Mulyono Wijaya

Namun demikian, lanjut Wijaya, tak seorang pun mengetahui kapan tepatnya Klenteng ini didirikan. Wijaya sendiri hanya tahu, jika klenteng ini berusia lebih dari 300 tahun dan direstorasi pada 1837, pada masa Kaisar Dao Guang ke-17. “Kapten Tan Koen Hay dan rekannya di Tegal membangun Klenteng dengan nama Tek Hay Kiong atau Istana Tek Hay Cin Jin,” pungkasnya.

Jurnalis: Adi Purwanto/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Adi Purwanto

Komentar