ABK di Malang, Peringati Hari Autis Sedunia

0
23

MINGGU, 9 APRIL 2017

MALANG — Puluhan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengikuti acara Parade Bersama ABK di halaman Museum Brawijaya, Malang, Minggu (9/4/2017). Acara yang mengangkat tema ‘Bersama Kita Wujudkan Masyarakat Inklusif dan Humanis’ tersebut digelar untuk memperingati Hari Autis Sedunia.

Puluhan ABK foto bersama

Selama ini, tidak sedikit masyarakat memiliki anggapan negatif terhadap  anak-anak berkebutuhan khusus, sehingga keberadaan mereka kurang bisa diterima di tengah masyarakat. Bahkan, tidak sedikit pula orangtua yang merasa malu memiliki anak ABK. Hal itu terjadi karena kurangnya wawasan dan pemahaman masyarakat mengenai anak ABK.

“Karena itu, melalui acara Parade Bersama ABK, ini kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa anak-anak spesial ini jangan dikucilkan, karena mereka memiliki hak yang sama dengan anak-anak lainnya. Mereka juga memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda dengan anak-anak pada umumnya. Di sini, anak-anak ABK bisa menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi, menari, bahkan memainkan alat musik,” jelas Ketua Pelaksana, Yanuar, kepada Cendana News, Minggu (9/4/2017).

Menurut Yanuar, melalui acara ini pihaknya juga ingin menumbuhkan kepercayaan diri pada anak-anak berkebutuhan khusus. Jangan sampai ABK merasa minder, karena merasa berbeda, justru mereka harus merasa, bahwa mereka adalah bagian dari masyarakat dan mereka juga dihargai oleh orang lain

Parade ini adalah yang pertama diadakan oleh Musyawarah Kerja Guru Pendamping Khusus (MKGPK). Acara tersebut diikuti oleh ABK dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). “Saat ini, kami akan melihat respon dari masyarakat mengenai acara ini. Jika responnya baik, maka ke depan kami akan mengadakan acara-acara selanjutnya dengan mengikutsertakan ABK, mulai dari jenjang TK hingga Perguruan tinggi,” ungkap Yanuar.

Yanuar

Yanur juga berharap kepada orangtua yang memiliki anak spesial, jangan pernah merasa malu lagi, karena perbedaan mereka dengan orang lain itu bukan hambatan. “Orangtua yang punya anak-anak spesial tidak usah khawatir, karena sekarang sudah ada sekolah-sekolah yang bisa menampung ABK, ada lembaga-lembaga yang peduli dengan ABK, dan ada orang-orang yang selalu mendukung mereka. Kami harap masyarakat juga  bisa menerima keberadaan anak-anak spesial ini,” pungkasnya.

Jurnalis: Agus Nurchaliq/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Agus Nurchaliq

Komentar