Ada Asuransi di Simpan Pinjam Tabur Puja

91

MINGGU, 9 APRIL 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Menjalankan program Tabur Puja sejak 2013, Posdaya Tapak Dara, Dusun Tirto, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, telah menyalurkan dana pinjaman modal sebesar Rp150 juta. Tentu, bukan hal mudah untuk menjaga angsuran pinjaman dari uang sebesar itu yang tersebar di 47 orang anggota.

Dusun Tirto

Sebanyak 47 orang anggota atau nasabah Simpan Pinjam Tabur Puja, terbagi dalam 7 kelompok, dan mayoritas merupakan warga kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang telah memiliki usaha. Selain para perajin gerabah rumahan, mayoritas peminjam dana Tabur Puja merupakan pedagang makanan, ataupun warung kelontong. Ada pula peminjam yang membuka jasa jahit pakaian hingga pedagang jajanan keliling.

Ketua Posdaya Tapak Dara, Indarti, mengatakan, selama sekitar 3 tahun berjalan dengan 3 kali guliran dana, pihaknya mengaku tak sembarangan memberikan pinjaman modal usaha kepada warga. Ia mengaku lebih memprioritaskan pinjaman modal kepada warga yang telah memiliki usaha. Ia juga menyeleksi setiap warga yang hendak mengajukan pinjaman. Baik itu dari jenis usahanya, pengasilan, hingga karakter anggota bersangkutan.

“Kita prioritaskan pada warga yang memiliki usaha kecil dan ekonominya lemah. Walaupun sebenarnya di sini hampir sudah tidak ada lagi warga yang masuk kategori Keluarga Pra Sejahtera. Karena mayoritas sudah Sejahtera I atau II. Kebanyakan warga juga sudah punya penghasilan semua, walaupun mungkin hanya usaha kecil-kecilan atau menjadi buruh,” katanya.

Untuk mengetahui karakter masing-masing anggotanya, pengurus Posdaya Tapak Dara menunjuk kader atau ketua kelompok di tiap RT sebagai penanggung-jawab, pemantau, sekaligus pengontrol setiap nasabah di masing-masing wilayahnya. Setiap ketua kelompok juga bertugas mengumpulkan uang angsuran tiap kelompoknya untuk kemudian disetor ke Bendahara Posdaya.

Menurut Indarti, keunggulan program Tabur Puja, dibanding program pinjaman lainnya adalah adanya asuransi bagi semua nasabah atau peminjam. Meski baru berjalan satu tahun terakhir, namun asuransi itu dikatakan telah memberikan manfaat nyata bagi anggota. Pasalnya, dikatakan belum lama ini ada salah satu warga sekaligus anggota nasabah yang meninggal dunia sebelum pinjaman lunas dibayarkan. Dengan adanya asuransi itu, kelompok nasabah bersangkutan tidak diwajibkan menanggung cicilan.

“Sejak setahun terakhir peminjam mulai diberikan asuransi. Dan, kebetulan setelah asuransi itu berjalan, ada warga yang meninggal. Padahal, anggota itu baru membayar cicilan selama 3 bulan. Namun, karena ada asuransi, maka sisa cicilan dihapuskan seluruhnya. Jadi, keluarga atau anggota lain tidak diberi tanggungan untuk membayar sisa cicilan,” katanya.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar