Anas Urbaningrum Bantah Terima Aliran Dana Proyek E-KTP

80

KAMIS, 6 APRIL 2017

JAKARTA — Setidaknya, ada 2 saksi penting atau saksi kunci yang dihadirkan dalam persidangan kasus E-KTP putaran kelima di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (6/4/2017). Masing-masing adalah Setya Novanto, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI dan Anas Urbaningrum, mantan Ketua Fraksi Demokrat DPR RI.

Anas Urbaningrum usai bersaksi di persidangan E-KTP

Saat bersaksi dalam persidangan E-KTP, Anas Urbaningrum mengaku sama sekali tidak pernah terlibat dalam pembahasan proyek E-KTP dan juga tidak menerima aliran dana miliaran rupiah terkait proyek E-KTP. Anas Urbaningrum berdalih, dirinya saat itu bukan sebagai Anggota KomisI II DPR RI, melainkan Anggota Komisi X DPR RI.

Anas juga menjelaskan, terkait dengan pencalonan dirinya maju dalam pertarungan kandidat Ketua Umum Partai Demokrat juga tidak ada sangkut pautnya dengan aliran dana dari proyek E-KTP. Anggaran yang dipakai tim pemenangan Anas Urbaningrum saat memenangkan pertarungan Ketua Umum Partai Demokrat bukan berasal dari proyek E-KTP.

Anas mengaku, sama seleksi tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan proyek E-KTP di Komisi II DPR RI. Namun demikian, Anas mengaku mengetahui bahwa saat itu memang sedang ada pembahasan rencana pengadaan proyek E-KTP, namun dirinya mengaku tidak pernah ikut campur. Alasannya, karena dirinya duduk sebagai Anggota Komisi X DPR RI, bukan sebagai Anggota Komisi II DPR RI.

“Saat saya memenangkan pemilihan sebegai Ketua Umum Partai Demokrat, saya kira anggarannya jelas dan transparan, dari mana asalnya dan untuk apa saja, jadi tidak ada sedikitpun aliran dana dari proyek E-KTP dalam pertarungan memenangkan kursi pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat,” kata Anas.

Jurnalis: Eko Sulestyono/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Eko Sulestyono

Komentar