Angin Kencang, Robohkan Sejumlah Pohon di Bakuheni

38

SABTU, 8 APRIL 2017

LAMPUNG — Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Lampung Selatan menumbangkan sejumlah pohon di wilayah Kecamatan Bakauheni, di antaranya di Desa Kelawi dan Desa Hatta. Sekitar lima pohon akasia, bahkan roboh menutupi sebagian badan jalan di Jalan Lintas Sumatera KM 67, Lampung Selatan. Beruntung saat kejadian tak ada kendaraan yang melintas.

Rumah salah satu warga yang tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang

Salah satu warga setempat, Rohmat (40), yang melintas dan akan ke kebun terpaksa menyingkirkan dahan-dahan dan batang pohon yang roboh dan melintang di badan jalan tersebut, agar tak mengganggu lalu-lintas dari dua arah. Rohmat menyebut, pohon tumbang akibat angin kencang terjadi di beberapa titik, di antaranya di dekat perumahan warga, meski tak menimpa rumah warga dan menimbulkan korban jiwa.

“Saya akan berangkat ke kebun dan membawa golok, sehingga saya pangkas batang pohon yang melintang, karena membahayakan. Beruntung saat kejadian tidak ada kendaraan melintas,” terang Rohmat, saat ditemui Cendana News di tepi Jalan Lintas Sumatera Desa Hatta ,Sabtu (8/4/2017).

Menurut Rohmat, peristiwa tumbangnya sejumlah pohon akibat hujan disertai angin kencang itu sudah terjadi hampir dalam satu pekan ini, sejak musim angin Barat yang merusak tanaman produktif dan juga pohon-pohon kayu. Sebagian warga bahkan berinisiatif memangkas sebagian dahan pohon yang berpotensi tumbang, untuk menghindari resiko bahaya tertimpa pohon.

Hujan dan angin kencang yang terjadi juga mengakibatkan sebuah rumah milik warga di Dusun Kelawi II, Desa Kelawi, Agus Wahyudin (48), roboh rata dengan tanah. Agus menyebut, rumah berukuran 5 meter x 7 meter tersebut sementara ditempati oleh sang kakak bernama Rohimin (50), yang saat kejadian sedang tidak ada di dalam rumah.

Sejumlah pohon yang tumbang di kawasan Jalinsum

Agus mengatakan, angin kencang dan hujan ringan yang merobohkan rumah miliknya membuat sebagian barang yang masih ada di dalam, di antaranya televisi, lemari dan sebagian perabot rumah tangga lainnya belum sempat diamankan. Akibat peristiwa itu, Agus mengaku mengalami kerugian sekitar Rp15 juta, dihitung dari kerugian material berupa genteng pecah, kayu patah dan bambu. “Kalau televisi dan barang-barang lain beruntung tidak mengalami kerusakan, dan sekarang kita sedang memilah genteng yang masih bisa digunakan,” terang Agus.

Sementara waktu, sang kakak, Rohimin, yang menempati rumah tersebut mengungsi di rumah salah satu warga lain sembari menunggu proses perbaikan rumah. Selain kerusakan yang cukup parah, Rohimin mengaku perbaikan rumah terkendala belum adanya dana.

Sementara itu, Kepala Desa Kelawi, Syarifudin, saat ditemui Cendana News menyebut, kerusakan rumah milik warganya sudah mendapat perhatian dan bahkan bersamaan dengan program bedah rumah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Khusus di Desa Kelawi dengan 8 dusun, akan mendapat jatah 32 rumah untuk diperbaiki agar lebih layak. “Kita sudah cek lokasi rumah warga yang roboh akibat angin kencang, sementara untuk prioritas bedah rumah hanya tinggal menunggu realisasi,” ungkap Syarifudin.

Kepala Desa Kelawi, Syarifudin

Kondisi cuaca esktrim yang melanda wilayah Desa Kelawi yang berhadapan dengan perairan wilayah Barat dan Timur, membuat terjangan angin cukup kuat. Syarifudin menghimbau, warga melakukan pemangkasan pohon yang berpotensi roboh, agar tidak membahayakan bangunan dan juga manusia.

Jurnalis: Henk Widi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Henk Widi

Komentar