Antisipasi Kredit Macet, Posdaya Kenanga I Terapkan Dana Talangan

102

KAMIS, 6 APRIL 2017

YOGYAKARTA — Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri — Meningkatnya ekonomi pelaku usaha kecil di Dusun Kalipucang, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pascaadanya Simpan Pinjam Tabur Puja di Posdaya Kenanga I, terlihat dari tidak adanya lagi Keluarga Pra Sejahtera, di dusun tersebut. 

Dusun Kalipucang

Ketua Posdaya Kenanga I, Sri Martilah mengatakan, dari total 440 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Kalipucang, sebanyak 130 KK merupakaan Keluarga Sejahtera I, 80 KK Keluarga Sejahtera II, 120 KK Keluarga Sejahtera III, dan 105 KK Keluarga Sejahtera III Plus. “Dulu, sebelum ada Tabur Puja, masih ada 4 KK berkategori Keluarga Pra Sejahtera. Sekarang, semuanya sudah terangkat menjadi Keluarga Sejahtera I. Jumlah Keluarga Sejahtera II dan III, saat ini juga semakin bertambah dengan naiknya status Keluarga Sejahtera I dan II. Saat ini, kondisi ekonomi warga didominasi dari Kelompok Keluarga Sejahtera I,” katanya.

Sri menjelaskan, pemanfaatan program pinjaman modal usaha Tabur Puja memang diprioritaskan bagi warga yang secara ekonomi, lemah, khususnya Keluarga Pra Sejahtera. Setelah seluruh Keluarga Pra Sejahtera, terangkat, pinjaman modal usaha dialihkan kepada Keluarga Sejahtera I. Pinjaman juga diberikan kepada warga yang belum memiliki usaha, namun berniat mendirikan usaha.

“Seluruh peminjam Tabur Puja di tempat kami adalah ibu-ibu rumah tangga. Mayoritas telah memiliki usaha. Namun, ada pula yang baru merintis usaha. Dengan meminjam dana modal usaha ini, penghasilan mereka kini semakin meningkat dan tidak lagi bergantung kepada suami. Baik itu yang membuka usaha dengan berjualan seperti membuka warung makan, membuat kerajinan souvenir, buka laundri, dan sebagainya” kata Sri.

Dengan berbagai kesuksesan itu, bukan berarti Posdaya Kenanga I menjalankan Simpan Pinjam Tabur Puja, tanpa kendala. Seperti yang umum terjadi di setiap program simpan pinjam, ada beberapa peminjam yang terlambat atau bahkan tak bisa membayar angsuran tepat waktu. Namun, hal itu telah diantisipasi sebelumnya, dengan mengadakan Dana  Talangan.

Sri mengatakan, pengurus simpan pinjam Tabur Puja telah membentuk dana talangan di tingkat Posdaya sejak 1 tahun terakhir, ini. Dengan cara ini, jika ada anggota yang terlambat membayar angsuran, dapat menggunakan dana talangan tersebut. “Kemarin ada satu anggota yang terlambat membayar angsuran. Karena dana simpanan di tingkat kelompok tidak cukup, maka ditalangi dari dana talangan yang ada di Posdaya. Dana talangan di tingkat Posdaya ini diperoleh dari hasil iuran Rp20 ribu, saat awal meminjam. Saat ini, baru tiga kelompok yang menjalankan. Ke depan, kita arahkan kepada semua kelompok,” katanya.

Adanya dana talangan ini, ditambah dengan persentase penghasilan Simpan Pinjam Tabur Puja di tingkat Posdaya sebesar 2 persen, juga digunakan untuk menggulirkan dana pinjaman jangka pendek atau sebrakan kepada warga. Jika ada anggota yang membutuhkan dana pinjaman dengan nominal tertentu dalam waktu singkat, dapat diberikan melalui dana tersebut.

“Seperti kemarin, ada warga yang butuh dana sebrakan sebesar Rp1 juta. Maka, kita pinjami dari situ dengan kita beri bunga sedikit. Nanti dalam waktu dua mingggu atau satu bulan sudah dikembalikan,” katanya.

Selain memiliki dana simpanan di tingkat Posdaya, dari iuran wajib, iuran pokok dan sukarela setiap anggota Simpan Pinjam Tabur Puja, Dusun Kalipucang, selama 3 tahun, ini telah terkumpul dana simpanan di tingkat KUD Tani Makmur, yakni Simpanan Wajib sebesar Rp1.650.000, Simpanan Pokok sebesar Rp6.895.000 dan Simpanan Sukarela sebesar Rp4.980.000.

Jurnalis: Jatmika H Kusmargana/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Jatmika H Kusmargana

Komentar