Asiknya Menikmati Rujak Asam Pedas, Lombok

and
151

SABTU, 15 APRIL 2017

LOMBOK — Rujak bagi sebagian masyarakat Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, termasuk cemilan favorit, terutama bagi kalangan muda saat berada di tempat tongkrongan taman wisata maupun tempat wisata pantai.

Racikan buah untuk rujak

Aroma dan tampilan rujak yang memancing selera membuat sebagian orang selalu ngiler ketika melihat rujak yang dijual dengan suguhan bumbu manis pedas, dan pedas, sebagai cemilan ringan sembari nongkrong maupun bersantai.

Rujak asem pedas yang terbuat dari berbagai campuran buah, mulai dari buah mangga, kedongdong, belimbing, jambu, pepaya, nanas dan termasuk sejumlah jenis buah lain, selain banyak dijual berkeliling, juga banyak dijual di warung.

Laili, penjual rujak di Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, mengatakan, rujak termasuk cemilan yang cukup laris dan banyak dibeli masyarakat, baik kalangan muda maupun masyarakat umum. “Cukup diminati, hampir setiap hari warga selalu datang membeli rujak dengan pilihan bumbu pedas manis dan pedas,” katanya.

Berbeda dengan Aris, ia lebih memilih menjual rujak dengan berkeliling menggunakan sepeda motor setiap hari. Selain tempat tongkrongan, lingkungan kampus paling sering dijadikan Aris sebagai lokasi jualan rujak. Menurutnya, kalangan mahasiswa termasuk pelanggan yang paling sering membeli rujak, sebagai cemilan nongkrong atau belajar bareng bergerombolan di taman kampus.

Laili, penjual rujak

“Kalau sedang beruntung, dalam setengah hari, rujak yang saya jual bisa ludes terjual, karena banyaknya mahasiswa yang membeli, cewek paling suka makan rujak,” tutur Aris, sembari menambahkan, jika rujak buatannya dihargai 5.000 rupiah.

Ariati, salah satu warga Kelurahan Kekalik, Kota Mataram, mengaku paling suka makan rujak, apalagi kalau dilakukan secara ramai-ramai bersama teman. “Kalau dulu, makan rujak identik dengan orang yang sedang hamil muda, tapi kalau sekarang sudah tidak lagi, rujak sekarang menjadi cemilan yang asyik dinikmati, baik di rumah maupun tempat tongkrongan maupun pinggir pantai, sambil berwisata,” katanya.

Jurnalis: Turmuzi/ Editor: Koko Triarko/ Foto: Turmuzi

Komentar